Diduga Keracunan Pentol Menu MBG, 53 Siswa di Kukar Dilarikan ke Puskesmas
TENGGARONG, INDEKSMEDIA.ID – Puluhan siswa di Kecamatan Sebulu, Kabupaten Kutai Kartanegara (Kukar), dilarikan ke Puskesmas Sebulu setelah diduga mengalami keracunan usai mengonsumsi makanan dalam Program Makan Bergizi Gratis (MBG), Senin (3/8/2026).
Hingga sore hari, sedikitnya 53 siswa dari jenjang SD, MI, dan MTs dilaporkan mengalami keluhan kesehatan dan telah mendapatkan penanganan medis.
Kepala Puskesmas Sebulu, Abdullah Ramli, mengatakan jumlah siswa yang terdampak terus bertambah. Sebelumnya, pada siang hari tercatat 46 siswa, kemudian meningkat menjadi 53 orang.
“Data siang tadi 46, untuk sore sudah menjadi 53. Kemungkinan masih bertambah, tetapi kami belum bisa menyelesaikan rekapitulasinya,” kata Ramli.
Menurutnya, kejadian tersebut diduga berkaitan dengan makanan yang didistribusikan dapur Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) dalam Program MBG ke sejumlah sekolah di Kecamatan Sebulu. Meski demikian, penyebab pasti masih menunggu hasil pemeriksaan laboratorium.
Pihak Puskesmas telah mengambil sampel makanan untuk diuji di Laboratorium Kesehatan Daerah (Labkesda) serta laboratorium milik Pemerintah Provinsi Kalimantan Timur.
“Menunya hari ini ada sayur dan pentol. Kami sudah mengambil sampel makanan. Dugaan sementara mungkin pada pentol, tetapi kepastiannya masih menunggu hasil pemeriksaan laboratorium,” ujarnya.
Ramli menjelaskan, para siswa mengalami gejala seperti pusing, mual, muntah, nyeri ulu hati, hingga tubuh terasa lemas. Seluruh korban telah mendapatkan penanganan medis.
Ia berharap insiden serupa tidak kembali terjadi. Pihaknya juga telah menyampaikan masukan kepada Koordinator Wilayah Badan Gizi Nasional (BGN) Kutai Kartanegara dan pengelola dapur SPPG agar memperketat pengawasan kualitas makanan sebelum didistribusikan.
“Saya berharap setiap makanan yang akan dibagikan dipastikan benar-benar aman. Harus ada tester atau petugas yang mencicipi terlebih dahulu untuk memastikan makanan tidak bermasalah sebelum dibagikan secara massal,” tuturnya.



Tinggalkan Balasan