Apresiasi Pemkab Kutim, Pandi Widiarto Nilai Kuota Beasiswa Peluang Cetak SDM Lokal
KUTIM,INDEKSMEDIA.ID – Alokasi 20 kursi beasiswa ikatan dinas pola pembibitan dari Kementerian Perhubungan untuk Kabupaten Kutai Timur mendapat sambutan positif dari DPRD Kutai Timur.
Program tersebut dinilai menjadi kesempatan besar bagi generasi muda daerah untuk menyiapkan diri mengisi kebutuhan tenaga profesional di sektor transportasi.
Anggota Komisi C DPRD Kutai Timur, Pandi Widiarto, mengatakan keberhasilan pemerintah daerah memperoleh kuota tersebut merupakan capaian yang layak diapresiasi.
Menurutnya, jumlah yang diterima Kutim jauh lebih besar dibandingkan banyak daerah lain yang hanya memperoleh beberapa kursi.
“Ini pencapaian yang sangat baik. Kuota yang diperoleh Kutai Timur menunjukkan keseriusan pemerintah daerah dalam menyiapkan sumber daya manusia,” kata Pandi.
Kesempatan itu diperoleh setelah Pemerintah Kabupaten Kutai Timur menjalin kerja sama dengan Kementerian Perhubungan.
Nota kesepahaman ditandatangani Bupati Ardiansyah Sulaiman, sedangkan Perjanjian Kerja Sama diteken Sekretaris Kabupaten Rizali Hadi di Semarang.
Melalui kerja sama tersebut, Kutai Timur memperoleh total 20 kuota di Politeknik Transportasi Darat Indonesia–STTD Bekasi.
Rinciannya, 10 mahasiswa akan diterima pada program Diploma III tahun 2027 dan 10 mahasiswa lainnya pada program Diploma IV tahun 2028.
Politisi Demokrat itu menilai program tersebut sejalan dengan arah pembangunan daerah yang membutuhkan semakin banyak tenaga ahli di bidang transportasi.
Menurut dia, perkembangan infrastruktur di Kutai Timur harus diimbangi dengan ketersediaan SDM yang memiliki kompetensi sesuai kebutuhan.
Dia mencontohkan pengembangan Pelabuhan Kenyamukan yang ke depan memerlukan personel dengan kemampuan teknis di bidang transportasi dan kepelabuhanan. Karena itu, ia berharap lulusan program tersebut nantinya dapat kembali mengabdi di daerah.
“Harapannya, anak-anak Kutai Timur memiliki kompetensi sehingga dapat mengisi posisi strategis di daerahnya sendiri,” ujarnya.
Meski mendukung penuh program tersebut, Pandi mengingatkan pemerintah daerah agar proses rekrutmen dapat diakses secara merata.
Sosialisasi, menurutnya, tidak boleh hanya berpusat di perkotaan, tetapi juga menjangkau sekolah-sekolah di kecamatan hingga desa.
Dengan penyebaran informasi yang luas, pelajar berprestasi dari berbagai wilayah di Kutai Timur diharapkan memiliki kesempatan yang sama untuk mengikuti seleksi dan memanfaatkan beasiswa ikatan dinas tersebut. (*)



Tinggalkan Balasan