Dinkes Kutim Bekali Tenaga Kesehatan Tingkatkan Layanan Kontrasepsi dan Berhenti Merokok
KUTIM,INDEKSMEDIA.ID – Upaya memperkuat mutu layanan kesehatan di Kabupaten Kutai Timur terus dilakukan. Salah satunya melalui pelatihan pelayanan kontrasepsi dan upaya berhenti merokok yang digelar Dinas Kesehatan (Dinkes) Kutai Timur sebagai bekal peningkatan kompetensi tenaga kesehatan di daerah.
Pelatihan yang berlangsung di Hotel Puri Senyiur, Samarinda, Selasa (4/8/2026), dibuka oleh Kepala Dinkes Kutim, dr. Hj. Yuwana Sri Kurniawati, M.Si. Kegiatan tersebut turut dihadiri Kepala Bidang Sumber Daya Kesehatan Ahsan Zainudin, S.Sos., M.Si., para narasumber, fasilitator, serta tenaga kesehatan dari berbagai fasilitas pelayanan kesehatan di Kutai Timur.
Dalam sambutannya, Yuwana menegaskan bahwa peningkatan kualitas tenaga kesehatan merupakan salah satu faktor utama dalam keberhasilan pembangunan sektor kesehatan. Menurutnya, keberadaan fasilitas kesehatan harus berjalan seiring dengan kemampuan sumber daya manusia yang memberikan pelayanan.
“Sarana kesehatan yang lengkap harus didukung oleh tenaga yang kompeten, profesional, dan terus berkembang. Keberhasilan pembangunan kesehatan tidak hanya ditentukan fasilitasnya, melainkan kualitas SDM-nya,” ujarnya.
Ia menjelaskan, pelatihan tersebut sejalan dengan arah transformasi sistem kesehatan nasional yang menitikberatkan pada penguatan pelayanan dasar dan peningkatan kapasitas tenaga kesehatan. Saat ini, layanan kesehatan di Kutai Timur ditopang oleh 21 puskesmas, 10 rumah sakit, serta lebih dari 311 posyandu yang tersebar di berbagai kecamatan.
Materi pertama dalam pelatihan difokuskan pada peningkatan kualitas pelayanan kontrasepsi. Dinkes menilai peningkatan kemampuan tenaga kesehatan dibutuhkan agar layanan kesehatan reproduksi semakin optimal, termasuk melalui konseling yang lebih baik, pelayanan yang aman, dan pendekatan yang berpusat pada kebutuhan pasien.
Saat ini, cakupan peserta keluarga berencana (KB) aktif di Kutai Timur telah mencapai 83 persen. Meski demikian, pemerataan akses layanan serta peningkatan mutu pelayanan masih menjadi perhatian pemerintah daerah.
Selain itu, peserta juga mendapatkan pembekalan mengenai pendampingan masyarakat yang ingin berhenti merokok. Program tersebut dinilai penting mengingat prevalensi perokok di Kutai Timur masih berada pada angka 29,7 persen yang berpotensi meningkatkan risiko berbagai penyakit tidak menular.
Melalui pelatihan ini, tenaga kesehatan dibekali kemampuan melakukan konseling, memahami metode terapi berhenti merokok, hingga teknik pendampingan secara berkelanjutan agar masyarakat lebih mudah memperoleh bantuan untuk menghentikan kebiasaan merokok.
Yuwana berharap seluruh peserta mampu menerapkan ilmu yang diperoleh di tempat tugas masing-masing sehingga manfaat pelatihan tidak berhenti pada kegiatan di ruang kelas.
“Jadilah agen perubahan yang menghadirkan pelayanan lebih profesional, berkualitas, dan manusiawi, bukan sekadar mengejar sertifikat, tetapi memberikan manfaat nyata bagi masyarakat,” pesannya.
Pelatihan tersebut sekaligus menjadi bagian dari upaya Dinkes Kutai Timur meningkatkan kualitas pelayanan kesehatan yang merata hingga ke seluruh wilayah kabupaten. (*)



Tinggalkan Balasan