https://www.zeverix.com/

INDEKS MEDIA KALTIM

Berita Hari Ini di Kalimantan Timur (Kaltim)

761 Hotspot Terdeteksi di Kaltim, BPBD Kerahkan Helikopter Water Bombing

Jibril Daulay Jibril Daulay

SAMARINDA, INDEKSMEDIA.ID — Pemerintah Provinsi Kalimantan Timur melalui Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kaltim mengerahkan operasi udara menggunakan helikopter water bombing milik Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) untuk menangani kebakaran hutan dan lahan (karhutla).

Operasi pemadaman udara tersebut dilakukan pada Selasa (8/9/2026), terutama untuk menjangkau titik kebakaran yang sulit ditangani dari darat sekaligus menekan dampak karhutla terhadap kualitas udara.

Berdasarkan data Posko Siaga Darurat Karhutla Kaltim per 7 September 2026, terdeteksi 761 titik hotspot di seluruh wilayah Kaltim. Dari jumlah tersebut, 28 titik dikonfirmasi sebagai titik api aktif atau firespot. Sebaran firespot terbanyak berada di Kabupaten Paser dengan 13 titik dan Kabupaten Berau sebanyak tujuh titik.

Kepala Pelaksana BPBD Kaltim, Buyung Dodi Gunawan, mengatakan pengerahan armada udara diperlukan karena sejumlah lokasi mengalami keterbatasan sumber air dan memiliki medan yang sulit dijangkau tim pemadam dari darat.

“Operasi udara ini menjadi langkah vital untuk membackup tim darat di area yang krisis air. Apalagi, fenomena kekeringan akibat El Nino diprediksi masih akan memicu ancaman karhutla hingga awal tahun 2027,” ujar Buyung.

Sebelum operasi dilakukan, Buyung memimpin briefing secara hybrid bersama Satgas Darat dan BPBD kabupaten/kota. BPBD Kaltim juga mulai memetakan sumber air yang dapat digunakan untuk mendukung pengisian dan operasi helikopter water bombing.

Kepala Bidang Pencegahan dan Kesiapsiagaan BPBD Kaltim, Tresna Rosano, mengatakan satu unit helikopter dipusatkan di Bandara Aji Pangeran Tumenggung (APT) Pranoto Samarinda. Operasi melibatkan BPBD kabupaten/kota, Dinas Kehutanan, serta mitra dari sektor perkebunan dan kehutanan.

“Kami langsung bergerak cepat menjalin komunikasi intensif dengan pemerintah kabupaten dan kota terdampak agar mereka segera mengirimkan titik koordinat yang presisi,” kata Tresna.

Di sisi lain, upaya Operasi Modifikasi Cuaca (OMC) untuk memicu hujan masih terkendala kondisi atmosfer. OMC yang sempat dilakukan di kawasan Ibu Kota Nusantara (IKN) dihentikan sementara karena minimnya pertumbuhan awan konvektif.

“OMC sempat dilakukan sebagian di kawasan IKN. Tapi operasinya terpaksa dihentikan sementara karena tidak ada bibit awan,” ujar Tresna.

Kemarau panjang juga mulai berdampak pada ketersediaan air bersih. Salah satu daerah yang mengalami krisis air adalah Kabupaten Paser. BPBD Kaltim mulai menyalurkan bantuan air bersih menggunakan truk tangki ke wilayah terdampak.

Sementara terkait kemungkinan karhutla dipicu unsur kesengajaan maupun kelalaian manusia, BPBD menyerahkan proses penegakan hukum kepada kepolisian. Pemerintah juga meminta perusahaan perkebunan dan kehutanan mempercepat respons apabila menemukan titik api di wilayah operasional masing-masing.

BPBD Kaltim menilai penanganan karhutla membutuhkan kombinasi pemantauan, kesiapsiagaan tim darat, dukungan operasi udara, serta koordinasi lintas sektor untuk mencegah titik api berkembang menjadi kebakaran yang lebih luas.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Belum ada komentar disini
Jadilah yang pertama berkomentar disini

Maaf Untuk Copy Berita Silahkan Hubungi Redaksi Kami!