https://www.zeverix.com/

INDEKS MEDIA KALTIM

Berita Hari Ini di Kalimantan Timur (Kaltim)

980 Titik Panas Terdeteksi dalam Sehari di Kaltim, Terbanyak di Berau

Jibril Daulay Jibril Daulay

SAMARINDA, INDEKSMEDIA.ID – Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) mencatat sebanyak 11.869 titik panas (hotspot) terdeteksi di berbagai wilayah Kalimantan Timur (Kaltim) sepanjang 1–21 Agustus 2026.

Jumlah tersebut lebih tinggi dibandingkan periode yang sama pada 2015. Saat itu, BMKG mencatat 9.793 titik panas pada 1–21 Agustus. Kondisi tahun ini dinilai berkaitan dengan musim kemarau yang lebih kering akibat pengaruh fenomena El Nino.

Ketua Tim Data dan Informasi BMKG Stasiun Kelas I Sultan Aji Muhammad Sulaiman Sepinggan Balikpapan, Huda Abshor Mukhsinin, mengatakan jumlah hotspot tersebut jika dirata-ratakan mencapai sekitar 565 titik per hari.

Data terbaru BMKG pada Jumat (21/8/2026) pukul 01.00–24.00 Wita juga menunjukkan masih tingginya aktivitas hotspot. Dalam satu hari, terdeteksi 980 titik panas yang tersebar di sejumlah wilayah Kaltim.

Kabupaten Berau menjadi daerah dengan jumlah hotspot terbanyak, yakni 439 titik. Selanjutnya Kutai Timur 178 titik, Kutai Kartanegara 166 titik, Paser 113 titik, dan Kutai Barat 69 titik.

Sementara itu, Penajam Paser Utara dan Bontang masing-masing tercatat enam titik panas, Mahakam Ulu dua titik, serta Balikpapan satu titik.

Tingginya jumlah hotspot membuat BMKG mendorong seluruh pihak memperkuat mitigasi kebakaran hutan dan lahan (karhutla), mulai dari upaya pencegahan hingga penanganan di lapangan.

Huda mengatakan edukasi kepada masyarakat menjadi langkah penting, terutama untuk mencegah aktivitas yang dapat memicu kebakaran selama kondisi kemarau kering.

“Hal mendesak saat ini adalah ajakan tidak melakukan pembakaran saat membuka lahan baik pertanian maupun perkebunan, karena pembakaran berpotensi membakar lahan lain saat terjadi angin kencang,” katanya.

Masyarakat juga diingatkan untuk berhati-hati ketika membakar sampah maupun melakukan aktivitas di kawasan perkebunan dan hutan. Puntung rokok yang masih menyala, misalnya, dapat membakar daun kering dan memicu kebakaran.

Menurut Huda, kewaspadaan perlu terus ditingkatkan dalam beberapa bulan ke depan. Pasalnya, puncak kondisi panas dan kering di Kaltim diperkirakan terjadi pada September hingga Oktober.

“Puncak El Nino lebih kering di Kaltim diperkirakan bukan bulan ini saja, tapi masa puncak panas diprakirakan terjadi pada September hingga Oktober, sehingga kemungkinan titik panas pun akan meningkat,” ujarnya.

Dengan kondisi tersebut, BMKG mengimbau pemerintah daerah, masyarakat, pelaku usaha, dan seluruh pihak terkait memperkuat pencegahan karhutla sejak dini. Pengendalian aktivitas pembakaran terbuka menjadi salah satu langkah penting untuk menekan potensi meluasnya kebakaran selama periode kemarau.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Belum ada komentar disini
Jadilah yang pertama berkomentar disini

Maaf Untuk Copy Berita Silahkan Hubungi Redaksi Kami!