INDEKS MEDIA KALTIM

Berita Hari Ini di Kalimantan Timur (Kaltim)

Suspek Campak di Kutim Capai 105 Kasus, Dinkes Intensifkan Imunisasi

Chaliq - 15700 views
Kepala Dinkes Kutim dr Yuwana Sri Kurniawati.

KUTIM,INDEKSMEDIA.ID – Dinas Kesehatan Kabupaten Kutai Timur (Kutim) mencatat sebanyak 105 kasus suspek campak hingga awal 2026. Mayoritas kasus ditemukan pada anak-anak yang tergolong kelompok paling rentan terhadap penularan penyakit tersebut.

Data itu menjadi perhatian serius bagi otoritas kesehatan daerah karena campak dikenal sebagai penyakit yang sangat mudah menular melalui percikan batuk dan bersin. Penyebarannya dapat berlangsung cepat, terutama di lingkungan dengan tingkat interaksi sosial yang tinggi.

Kepala Dinas Kesehatan Kutai Timur, dr Yuwana Sri Kurniawati, mengatakan pihaknya telah melakukan berbagai langkah penanganan, mulai dari pelacakan kasus hingga penguatan imunisasi tambahan di masyarakat.

“Kami mengimbau seluruh orang tua untuk tidak menunda imunisasi anak. Campak bisa dicegah dengan vaksin yang aman dan efektif. Jika ditemukan gejala, segera periksakan ke fasilitas kesehatan terdekat,” ujarnya saat dihubungi awak media.

Sementara itu, Kepala Puskesmas Teluk Lingga, dr Sri Endrayati, mengungkapkan beberapa pasien dengan gejala yang mengarah pada campak telah datang untuk mendapatkan pemeriksaan dan penanganan.

“Di Puskesmas memang ada beberapa pasien yang datang dengan gejala mengarah ke campak. Tetapi untuk memastikan diagnosis, kami harus mengambil sampel darah yang kemudian dikirim ke laboratorium khusus di Balikpapan atau Banjarmasin. Biasanya hasil pemeriksaan baru keluar sekitar dua minggu,” jelasnya.

Dia menerangkan proses pemeriksaan laboratorium diperlukan untuk memastikan apakah gejala yang dialami pasien benar merupakan campak atau penyakit lain yang memiliki gejala serupa.

Sambil menunggu hasil pemeriksaan laboratorium, pasien tetap mendapatkan penanganan berdasarkan gejala yang dialami.

Tenaga kesehatan juga memberikan edukasi kepada keluarga pasien agar membatasi interaksi sosial guna mencegah kemungkinan penularan.

Campak sendiri umumnya diawali dengan demam tinggi yang disertai ruam kemerahan pada kulit, batuk, pilek, serta mata merah.

Meski kerap dianggap penyakit biasa, campak dapat menimbulkan komplikasi serius, terutama pada anak-anak yang belum mendapatkan imunisasi.

Dinas Kesehatan Kutai Timur pun terus mengingatkan masyarakat untuk melengkapi imunisasi anak, menjaga kebersihan, serta menghindari kontak dengan orang yang sedang sakit.

Langkah tersebut dinilai penting untuk menekan penyebaran penyakit, terlebih di tengah meningkatnya aktivitas masyarakat pada masa libur panjang.

Selain itu, fasilitas pelayanan kesehatan di seluruh wilayah Kutai Timur juga diminta meningkatkan kewaspadaan dengan memperkuat deteksi dini serta pelaporan kasus secara cepat dan akurat. (*)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Belum ada komentar disini
Jadilah yang pertama berkomentar disini

Maaf Untuk Copy Berita Silahkan Hubungi Redaksi Kami!