INDEKS MEDIA KALTIM

Berita Hari Ini di Kalimantan Timur (Kaltim)

Perkuat Perlindungan Warisan Dunia, 6 Gua Prasejarah di Kutim Dijaga Juru Pelihara

Jibril Daulay Jibril Daulay - 600 views

SANGATTA, INDEKSMEDIA.ID – Balai Pelestarian Kebudayaan Wilayah (BPKW) XIV Kalimantan Timur-Kalimantan Utara terus memperkuat upaya pelestarian enam cagar budaya gua prasejarah di Kabupaten Kutai Timur dengan menempatkan juru pelihara di setiap situs.

Kepala BPKW XIV Kaltim-Kaltara, Titit Lestari, mengatakan langkah tersebut dilakukan untuk menjaga kelestarian situs sekaligus memberikan edukasi kepada masyarakat dan pengunjung.

“Kami menempatkan para juru pelihara di lokasi cagar budaya tersebut agar warisan bersejarah ini tetap terjaga sekaligus memberikan pendampingan informasi bagi masyarakat,” kata Titit Lestari di Samarinda, Sabtu (30/5/2026).

Enam situs yang dilindungi berada di Desa Tepian Langsat, Kabupaten Kutai Timur, dan merupakan bagian penting dari kawasan karst Sangkulirang-Mangkalihat yang dikenal memiliki jejak peradaban manusia purba.

Menurut Titit, Gua Tewet yang terkenal dengan gambar cadas purba dijaga oleh Rusdiansyah. Sementara Gua Tewet Atas dipelihara Johansyah, Ceruk Pindi diawasi Satriadi, Gua Tengkorak dijaga Sugianor, Ceruk Karim dipelihara Muhammad Hendra, dan Gua Gerigi Saleh dijaga Stepanus Gung.

Gua Gerigi Saleh sendiri dikenal luas karena memiliki ratusan motif gambar cadas purba, termasuk lukisan figuratif hewan yang menjadi salah satu temuan seni cadas tertua di dunia.

Titit menegaskan, peran juru pelihara tidak hanya menjaga kondisi fisik situs, tetapi juga menjadi pemandu edukasi bagi wisatawan yang datang berkunjung.

“Para pengunjung dapat memperoleh informasi sangat mendalam mengenai sejarah, nilai penting, hingga kondisi terkini dari masing-masing cagar budaya,” ujarnya.

Selain memberikan penjelasan mengenai sejarah situs, para juru pelihara juga membantu pengunjung dalam proses dokumentasi selama menjelajahi kawasan gua prasejarah.

BPKW XIV turut mengajak masyarakat untuk berpartisipasi dalam menjaga kelestarian kawasan karst Sangkulirang-Mangkalihat dengan tidak merusak situs, tidak menyentuh gambar cadas, serta memberikan masukan terhadap kualitas layanan pengelolaan kawasan.

“Upaya berkelanjutan melalui program pendampingan mampu mengajak seluruh elemen masyarakat untuk bersama-sama menjaga dan merawat jejak peradaban yang sangat berharga,” kata Titit.

Kawasan karst Sangkulirang-Mangkalihat di Kutai Timur dan Berau merupakan salah satu bentang alam karst terbesar di Indonesia serta menyimpan ratusan gua yang menjadi bukti penting sejarah kehidupan manusia purba di Kalimantan.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Belum ada komentar disini
Jadilah yang pertama berkomentar disini

Maaf Untuk Copy Berita Silahkan Hubungi Redaksi Kami!