Kecelakaan Kerja Kembali Terjadi di Area Tambang KPC, Operator Alat Berat Dikabarkan Meninggal Saat Bertugas
KUTIM,INDEKSMEDIA.ID – Kecelakaan kerja kembali merenggut nyawa pekerja tambang di wilayah Kutai Timur. Seorang operator alat berat bernama Viki Alpiansyah, warga Sangatta Selatan kelahiran 2001, dilaporkan meninggal dunia setelah mengalami insiden di area operasional PT Kaltim Prima Coal (KPC), Jumat (29/5) dini hari.
Informasi mengenai kejadian tersebut mencuat setelah beredarnya memorandum internal perusahaan yang disebut berasal dari Kepala Teknik Tambang.
Dalam dokumen itu dijelaskan bahwa korban mengalami cedera fatal akibat tertimpa ban depan sebelah kiri unit Dump Truck CAT789 dengan nomor lambung T725.

Berdasarkan penjelasan awal yang tertuang dalam memorandum, insiden bermula ketika dump truck tersebut bergerak mundur menuju Dumping Point Seluang untuk melakukan proses dumping material over burden.
“Dari pemeriksaan awal yang dilakukan oleh Tim KPC ditemukan saat T725 bergerak mundur untuk melakukan dumping muatan over burden di Dumping Point Seluang, T725 terperosok hingga bagian depan truk terangkat dan muatan tertumpah ke belakang,” demikian tertulis dalam memorandum yang beredar.
Dalam situasi tersebut, korban disebut keluar menuju bagian depan kabin dan berdiri di Housing Air Cleaner sebelum akhirnya melompat dari unit. Namun setelah dump truck menyelesaikan proses dumping dan kembali ke posisi normal, korban diduga berada di area berbahaya sehingga tertimpa roda depan kiri kendaraan.
Peristiwa itu pertama kali diketahui oleh operator dozer unit E553 yang sedang bekerja tidak jauh dari lokasi kejadian. Merasa ada sesuatu yang tidak biasa, operator tersebut menghentikan pekerjaannya dan melakukan pengecekan di sekitar dump truck.
Saat mendekati unit, ia menemukan korban berada di bawah ban depan kendaraan dan segera melaporkan temuan tersebut kepada pengawas.
“Setelahnya Operator Dozer E553 segera menghubungi pengawas untuk melaporkan kejadian tersebut,” lanjut isi memorandum tersebut.
Dokumen internal itu juga menyebutkan bahwa kejadian tersebut telah dilaporkan kepada Kepala Inspektur Tambang (KAIT). Saat ini proses investigasi masih berlangsung guna mengetahui penyebab pasti kecelakaan.
“Informasi lebih lengkap akan disampaikan setelah proses investigasi ini diselesaikan,” tulis memorandum tersebut.
Hingga berita ini ditulis, belum ada keterangan resmi yang disampaikan manajemen PT KPC terkait insiden tersebut. Upaya konfirmasi yang dilakukan awak media juga belum memperoleh respons.
Peristiwa ini menambah daftar kecelakaan fatal yang terjadi di area operasional perusahaan tambang tersebut sepanjang tahun 2026. Sebelumnya, pada Januari lalu, seorang karyawan bernama Eko Hadi juga dilaporkan meninggal dunia akibat kecelakaan kerja di area tambang. (*)



Tinggalkan Balasan