INDEKS MEDIA KALTIM

Berita Hari Ini di Kalimantan Timur (Kaltim)

Upaya Hilirisasi Nanas dan Pisang Kutim, Rumah Produksi Buah Bakal Dibangun

admin - 22500 views
Kepala DTPHP Kutai Timur, Dyah Ratnaningrum. (riri/Indeksmedia)

KUTIM,INDEKSMEDIA.ID – Upaya mendorong hilirisasi komoditas unggulan daerah terus dilakukan Pemerintah Kabupaten Kutai Timur (Kutim). Salah satu rencana yang sedang disiapkan adalah pembangunan rumah produksi bersama untuk mengolah buah khas Kutim, terutama nanas dan pisang.

Kepala Dinas Tanaman Pangan, Hortikultura dan Peternakan Kutim, Dyah Ratnaningrum, mengatakan rencana tersebut mencuat saat Musyawarah Perencanaan Pembangunan (Musrenbang).

“Musrenbang kemarin kami menyampaikan ke Bappeda Provinsi mengenai program yang bisa dibantu untuk tindaklanjut hilirisasi nanas dan pisang. Apalagi nanas dan pisang ini sudah dikenal banyak orang dengan produksi banyak dan besar di Kutai Timur,” ujar Dyah, Rabu (8/4/2026).

Usulan tersebut mendapat respons dari Pemerintah Provinsi Kalimantan Timur. Bahkan, Bappeda Kaltim telah menghubungi pihaknya terkait rencana pembangunan rumah produksi yang nantinya berada di bawah koordinasi Dinas Perindustrian dan Perdagangan.

“Kemarin kami dihubungi bahwa ada kegiatan pembangunan rumah produksi untuk Disperindag, karena hilirisasi ini menjadi tupoksi Disperindag,” katanya.

Dia berharap rencana pembangunan rumah produksi bersama buah Kutim tersebut dapat segera ditindaklanjuti Dinas Perindustrian dan Perdagangan Kutai Timur, dengan tetap melibatkan pihaknya dalam koordinasi bersama petani.

“Harapan kami ini bisa ditindaklanjuti teman-teman Disperindag Kabupaten Kutai Timur. Kami juga akan sampaikan ini, mengenai rencana hilirisasi nanas dan pisang,” ucapnya.

Terkait lokasi, Dyah menyebut kawasan Rantau Pulung telah dipersiapkan sebagai salah satu opsi karena dinilai memiliki potensi pengembangan yang kuat.

“Mengenai lahan, sebenarnya kami bersama petani telah merencanakan dan menyiapkan di Rantau Pulung. Kami juga sudah komunikasi dengan beberapa orang, karena di Rantau Pulung itu ada embrionya. Rencana kami waktu itu untuk serat nanas, karena di Rantau Pulung sudah ada binaan Dekranasda,” jelasnya.

Dia menambahkan, konsep awalnya adalah membangun rumah produksi di lokasi tersebut sehingga petani dari wilayah lain seperti Batu Ampar dapat menyuplai bahan baku secara berkala.

“Tinggal di situ dibangunkan rumah produksinya, teman-teman dari Batu Ampar tinggal nyetor. Kan dibeli daun nenasnya, mungkin melalui BUMDes-nya atau apa kita kumpulin seminggu sekali. Rencana kami itu seperti itu. Tapi ini bisa dilanjutkan teman-teman Disperindag,” tuturnya.

Selain membahas hilirisasi buah, Dyah juga mengungkapkan pihaknya meminta dukungan pemerintah provinsi untuk penyerapan hasil panen padi di Kecamatan Kaubun melalui Bulog.

“Kemudian, kami sampaikan Bappeda Provinsi mengenai beras yang ada panen raya di Kaubun agar minta dibeli Bulog. Sudah dibeli Bulog, tapi cuma sebagian,” katanya.

Dia menilai banyak program pertanian dari pemerintah pusat yang bisa dimanfaatkan daerah, asalkan pemerintah daerah aktif melakukan koordinasi dan pengajuan program.

“Apalagi kan banyak intervensi pertanian melalui APBN ini, tinggal kita rajin-rajin kesana,” pungkasnya. (*)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Belum ada komentar disini
Jadilah yang pertama berkomentar disini

Maaf Untuk Copy Berita Silahkan Hubungi Redaksi Kami!