https://www.zeverix.com/

INDEKS MEDIA KALTIM

Berita Hari Ini di Kalimantan Timur (Kaltim)

Diduga Korsleting Listrik, Rumah Kayu di Benua Baru Ulu Sangkulirang Terbakar

KUTIM,INDEKSMEDIA.ID – Satu unit rumah kayu milik warga di Jalan Panglima Batur, RT 13, Desa Benua Baru Ulu, Kecamatan Sangkulirang, Kutai Timur (Kutim), terbakar pada Selasa, 22 September 2026 malam.

Kebakaran tersebut dilaporkan kepada Dinas Pemadam Kebakaran dan Penyelamatan (Disdamkartan) Kutai Timur sekitar pukul 19.45 Wita. Laporan diterima dari Ketua RT 13, Betto.

Kasi Pemadaman, Pengendali Operasi, dan Komunikasi Disdamkartan Kutim, Eko Purnomo, mengatakan setelah menerima laporan, petugas langsung bergerak menuju lokasi kejadian.

“Terima laporan pukul 19.45 Wita dan unit tiba di lokasi sekitar pukul 19.48 Wita,” kata Eko Purnomo, Rabu (23/9/2026).

Petugas kemudian melakukan upaya pemadaman sekaligus pendinginan untuk memastikan tidak ada lagi bara api yang berpotensi memicu kebakaran susulan.

Dalam penanganan kebakaran tersebut, Disdamkartan Kutim mengerahkan Unit Suplay 319 dan Unit Fire 310 dari Damkar Kecamatan Sangkulirang.

Upaya pemadaman juga mendapat dukungan dari sejumlah unsur di wilayah setempat. Bantuan datang dari relawan pemadam kebakaran (Retkar) Desa Benua Baru Ilir dan Desa Benua Baru Ulu, satu unit mobil BPBD, serta lima unit mobil tandon.

Selain petugas pemadam, sejumlah instansi turut berada di lokasi untuk mendukung proses penanganan dan pengamanan. Di antaranya PLN Kecamatan Sangkulirang, Polsek Sangkulirang, Koramil Sangkulirang, Dishub Sangkulirang, Satpol PP Kecamatan Sangkulirang, serta aparat desa setempat.

Eko menyebut, berdasarkan laporan sementara, bangunan yang terbakar merupakan rumah kayu milik warga bernama Gulit. Tidak terdapat korban jiwa maupun korban luka dalam kejadian tersebut.

“Penyebab sementara diduga karena korsleting listrik. Untuk korban jiwa maupun luka, nihil,” ujarnya.

Petugas tidak hanya melakukan pemadaman, tetapi juga pendinginan pada area yang terdampak. Langkah tersebut dilakukan untuk memastikan api benar-benar padam dan mencegah munculnya titik api kembali.

Dalam proses penanganan di lapangan, petugas juga menghadapi kendala berupa banyaknya warga yang berkumpul dan menonton di sekitar lokasi kejadian.

Disdamkartan mengimbau masyarakat agar tidak mendekati lokasi kebakaran ketika proses pemadaman berlangsung. Kerumunan warga dapat menghambat pergerakan kendaraan dan personel pemadam, terlebih ketika petugas harus melakukan manuver dengan kendaraan pemadam di area kejadian.

Hingga laporan sementara disampaikan, data mengenai luas bangunan yang terbakar serta nilai kerugian akibat kejadian tersebut masih dalam pendataan. (*)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Belum ada komentar disini
Jadilah yang pertama berkomentar disini

Maaf Untuk Copy Berita Silahkan Hubungi Redaksi Kami!