INDEKS MEDIA KALTIM

Berita Hari Ini di Kalimantan Timur (Kaltim)

Harga Lebih Tinggi, Petani Karangan Ilir Mulai Tinggalkan Kakao Nonfermentasi

admin - 3000 views
Kepala Desa Karangan Ilir, Jabir.

KUTIM,INDEKSMEDIA.ID – Perubahan mulai terlihat di sentra kakao Desa Karangan Ilir, Kecamatan Karangan. Dalam dua tahun terakhir, semakin banyak petani yang beralih mengolah hasil panen menjadi biji kakao fermentasi karena menawarkan harga jual yang lebih menguntungkan.

Kepala Desa Karangan Ilir, Jabir, mengatakan tren tersebut didorong selisih harga yang cukup signifikan antara kakao fermentasi dan kakao nonfermentasi. Kondisi itu membuat petani mulai melihat fermentasi bukan sekadar proses tambahan, tetapi sebagai cara meningkatkan pendapatan.

“Dari biji kakao asalan ke biji kakao fermentasi selisihnya sampai Rp20 ribu per kilogram,” ujar Jabir.

Desa Karangan Ilir sendiri memiliki sekitar 140 hektare lahan kakao dengan potensi produksi mencapai 150 ton kakao kering setiap tahun. Dengan kapasitas produksi tersebut, peningkatan kualitas hasil panen dinilai dapat memberikan dampak ekonomi yang cukup besar bagi masyarakat.

Dia menjelaskan, dua tahun lalu hampir tidak ada petani yang menerapkan proses fermentasi. Namun saat ini, sekitar 30 hingga 40 persen petani telah beralih menggunakan metode tersebut.

“Dari awal dua tahun ini, dari tidak ada sama sekali yang melakukan fermentasi, sekarang sudah sekitar 30 sampai 40 persen petani yang beralih,” katanya.

Menurutnya, peningkatan jumlah petani yang melakukan fermentasi menjadi sinyal positif bagi pengembangan komoditas kakao di wilayah tersebut. Selain meningkatkan kualitas produk, fermentasi juga membuka peluang pasar yang lebih luas.

Belum lama ini, petani Karangan Ilir juga melakukan pengiriman perdana kakao fermentasi sebanyak dua ton. Jubir menyebut nilai transaksi dari pengiriman tersebut mencapai sekitar Rp200 juta.

“Kalau diuangkan, pengiriman 2 ton hari ini nilainya mencapai sekitar Rp200 juta,” ujarnya.

Meski demikian, ia menilai pekerjaan rumah terbesar saat ini adalah mendorong lebih banyak petani untuk beralih ke fermentasi sehingga seluruh produksi kakao dari Karangan Ilir memiliki nilai jual yang lebih tinggi.

“PR kita ke depan bagaimana seluruh produksi kakao yang ada bisa beralih menjadi biji kakao fermentasi seperti pengiriman perdana yang kami dilakukan,” tuturnya. (*)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Belum ada komentar disini
Jadilah yang pertama berkomentar disini

Maaf Untuk Copy Berita Silahkan Hubungi Redaksi Kami!