INDEKS MEDIA KALTIM

Berita Hari Ini di Kalimantan Timur (Kaltim)

Berlimpah Batu Bara, DPRD Kutim Dorong Warga Cari Peluang di Luar Sektor Tambang

admin - 3000 views
Ketua DPRD Kutim, Jimmi.

KUTIM,INDEKSMEDIA.ID – Ketergantungan ekonomi pada sektor pertambangan dinilai masih menjadi tantangan bagi Kutai Timur. Meski daerah ini memiliki cadangan batu bara yang besar, tidak semua masyarakat dapat menikmati peluang kerja yang tersedia di industri tersebut.

Ketua DPRD Kutai Timur, Jimmi, menilai penguatan usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM) perlu menjadi perhatian serius sebagai alternatif sumber penghasilan masyarakat. Menurutnya, sektor ini memiliki daya jangkau yang lebih luas dibanding industri tambang yang membutuhkan keterampilan dan kualifikasi tertentu.

“Potensi tambang kita masih banyak. Tidak hanya di wilayah KPC, tetapi juga di daerah-daerah lainnya. Namun tidak semua masyarakat bisa menjadi pekerja tambang, baik sebagai karyawan, operator, maupun tenaga teknis lainnya,” ujarnya usai menjadi narasumber dalam Talk Show Saatnya UMKM Naik Kelas yang digelar Dinas Koperasi dan UMKM Kutim, Kamis (18/6/2026).

Ia mengatakan, pengembangan UMKM menjadi penting untuk membuka ruang ekonomi yang lebih merata di tengah dominasi sektor ekstraktif. Karena itu, pemerintah daerah bersama perusahaan-perusahaan yang beroperasi di Kutim dinilai perlu memperkuat pembinaan terhadap pelaku usaha lokal.

Menurut Jimmi, dukungan yang dibutuhkan pelaku UMKM tidak hanya berupa permodalan, tetapi juga pendampingan dalam aspek legalitas, kualitas produk, hingga strategi pemasaran.

“Sasarannya tentu ekspor. Banyak peluang yang bisa dimanfaatkan. Pemerintah melalui Dinas Koperasi dan UMKM perlu terus memberikan pendampingan, mulai dari pengurusan HAKI, sertifikasi halal, legalitas usaha, hingga peningkatan kualitas produk agar mampu bersaing di pasar yang lebih luas,” katanya.

Ia menilai Kutim memiliki beragam produk yang berpotensi menjadi unggulan daerah. Namun, tantangan yang masih sering ditemui adalah kemampuan produksi yang belum mampu memenuhi permintaan dalam skala besar.

“Kita memiliki banyak potensi. Yang perlu didorong sekarang adalah bagaimana UMKM mampu meningkatkan kualitas dan kapasitas produksinya sehingga dapat memenuhi kebutuhan pasar nasional maupun ekspor,” ujarnya.

Jimmi juga mengingatkan agar pelaku usaha mulai melihat peluang bisnis yang memiliki nilai tambah lebih tinggi dan tidak hanya berorientasi pada kebutuhan pasar harian. Dengan peningkatan kualitas dan kapasitas produksi, ia meyakini UMKM dapat menjadi salah satu penopang ekonomi daerah yang lebih kuat dan berkelanjutan.

“UMKM harus naik kelas. Kita ingin masyarakat memiliki lebih banyak pilihan usaha dan tidak hanya bergantung pada sektor tambang. Jika kualitas produk terus meningkat, peluang untuk masuk ke pasar ekspor sangat terbuka,” pungkasnya. (*)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Belum ada komentar disini
Jadilah yang pertama berkomentar disini

Maaf Untuk Copy Berita Silahkan Hubungi Redaksi Kami!