INDEKS MEDIA KALTIM

Berita Hari Ini di Kalimantan Timur (Kaltim)

Diklat PTM dan Pelatihan ANC, Dinkes Kutim Tingkatkan Kompetensi Nakes

admin - 1600 views

KUTIM,INDEKSMEDIA.ID – Dinas Kesehatan Kabupaten Kutai Timur (Kutim) menggelar Diklat Pandu Penyakit Tidak Menular (PTM) serta Pelatihan Antenatal Care (ANC), Persalinan, dan Skrining Hipotiroid Kongenital (SHK) di Hotel Yello Samarinda, Senin (18/5/2026).

Kegiatan tersebut dibuka Kepala Dinas Kesehatan Kutim, dr. Hj. Yuwana Sri Kurniawati, sebagai bagian dari upaya peningkatan kualitas sumber daya manusia kesehatan di Kutai Timur.

Dalam sambutannya, Yuwana mengatakan pembangunan kesehatan menjadi salah satu prioritas utama pemerintah daerah untuk meningkatkan kualitas sumber daya manusia yang tangguh dan berdaya saing.

“Pembangunan kesehatan merupakan salah satu prioritas utama dalam pembangunan daerah sebagai bagian dari upaya meningkatkan kualitas sumber daya manusia,” ujarnya.

Dia menjelaskan, arah pembangunan kesehatan di Kutim sejalan dengan visi kepala daerah, yakni mewujudkan masyarakat yang tangguh, mandiri, dan berdaya saing.

Visi tersebut dijalankan melalui peningkatan pelayanan kesehatan yang merata dan berkeadilan, penguatan upaya promotif dan preventif, hingga peningkatan profesionalisme tenaga kesehatan.

Menurutnya, Dinas Kesehatan terus berupaya memperkuat kompetensi tenaga kesehatan karena mereka menjadi ujung tombak pelayanan kepada masyarakat.

Dalam kesempatan itu, Yuwana juga mengungkapkan meningkatnya kasus Penyakit Tidak Menular (PTM) seperti hipertensi, diabetes melitus, dan penyakit jantung yang kini menjadi tantangan serius dalam sistem kesehatan.

“Saat ini, Penyakit Tidak Menular (PTM) menjadi tantangan serius dalam sistem kesehatan, karena meningkatnya prevalensi hipertensi, diabetes melitus, penyakit jantung, dan faktor risiko lainnya yang berkaitan dengan pola hidup masyarakat,” katanya.

Karena itu, tenaga kesehatan dinilai perlu memiliki kemampuan dalam melakukan deteksi dini, edukasi kesehatan, hingga pengendalian faktor risiko secara berkelanjutan.

Selain PTM, pelayanan kesehatan ibu dan anak juga menjadi perhatian penting. Yuwana menyebut pelayanan ANC yang berkualitas, persalinan aman, dan pelaksanaan Skrining Hipotiroid Kongenital (SHK) pada bayi baru lahir merupakan langkah strategis menekan angka kematian ibu dan bayi.

“Pelayanan Antenatal Care yang berkualitas, pertolongan persalinan yang aman, serta pelaksanaan Skrining Hipotiroid Kongenital (SHK) pada bayi baru lahir merupakan intervensi strategis untuk menurunkan angka kematian ibu dan bayi serta mencegah gangguan tumbuh kembang sejak dini,” jelasnya.

Melalui pelatihan tersebut, peserta diharapkan mampu meningkatkan kompetensi teknis dan manajerial, memperkuat implementasi standar pelayanan kesehatan, serta menjadi agen perubahan di fasilitas kesehatan masing-masing.

Yuwana juga menegaskan keberhasilan pembangunan kesehatan tidak hanya bergantung pada kebijakan pemerintah, tetapi juga komitmen dan profesionalisme tenaga kesehatan di lapangan.

“Kepada seluruh peserta, ikutilah pelatihan ini dengan penuh tanggung jawab, aktif berdiskusi, serta menjadikan kegiatan ini sebagai momentum peningkatan kapasitas diri demi pelayanan kesehatan yang lebih berkualitas bagi masyarakat,” pungkasnya. (*)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Belum ada komentar disini
Jadilah yang pertama berkomentar disini

Maaf Untuk Copy Berita Silahkan Hubungi Redaksi Kami!