Dilantik Jadi Kadispar, Mahriadi Siap Benahi Pariwisata Kutim
KUTIM,INDEKSMEDIA.ID – Kepala Dinas Pariwisata Kabupaten Kutai Timur yang baru dilantik, Mahriadi, mulai menyusun langkah awal untuk membenahi sektor pariwisata di Kutai Timur.
Menurut Mahriadi, fokus awal yang akan dilakukan adalah memperkuat pondasi pengelolaan pariwisata melalui penataan kelembagaan hingga peningkatan kualitas sumber daya manusia kelompok sadar wisata.
“Langkah awalnya melakukan penguatan pondasi dan penataan,” ujar Mahriadi usai pelantikan pejabat pimpinan tinggi pratama di lingkungan Pemerintah Kabupaten Kutai Timur, Senin (18/5/2026).
Dia mengatakan, Dinas Pariwisata akan lebih dulu melakukan konsolidasi kelembagaan serta pemetaan destinasi wisata yang memiliki potensi untuk dikembangkan.
Selain itu, pihaknya juga akan menggelar pelatihan dasar bagi SDM kelompok sadar wisata atau Pokdarwis sebagai bagian dari penguatan pengelolaan wisata berbasis masyarakat.
“Kami juga akan melakukan konsolidasi kelembagaan, pemetaan destinasi wisata, latihan dasar SDM kelompok sadar wisata,” katanya.
Tak hanya itu, pembenahan fasilitas dasar di objek wisata juga menjadi perhatian utama.
Mahriadi menilai fasilitas seperti sanitasi dan air bersih menjadi kebutuhan mendasar yang harus dipenuhi agar wisatawan merasa nyaman.
“Tentu juga melakukan perbaikan fasilitas awal objek wisata, seperti sanitasi dan air bersih,” ujarnya.
Di bidang promosi, Dinas Pariwisata Kutim berencana memaksimalkan promosi berbasis digital agar potensi wisata daerah lebih dikenal luas. Kerja sama dengan media juga disebut akan diperkuat.
“Kami juga akan melakukan promosi wisata melalui digital branding serta bekerja sama dan kolaborasi dengan media,” ucapnya.
Mahriadi menambahkan, pihaknya juga akan melakukan pendataan terhadap objek wisata yang dinilai mampu memberikan dampak ekonomi langsung bagi masyarakat sekitar.
Dari hasil pendataan tersebut, pemerintah nantinya akan memberikan pendampingan kepada kelompok sadar wisata agar pengelolaan destinasi bisa berjalan lebih baik dan berkelanjutan.
“Kita juga melakukan pendataan objek wisata mana yang memberikan dampak ekonomi bagi masyarakat, kemudian kami melakukan pendampingan kepada Pokdarwis,” pungkasnya. (*)



Tinggalkan Balasan