TRC-PPA Kaltim Apresiasi Penghargaan yang Diraih Polres Kutim

Kutim — Ketua Tim Reaksi Cepat Perlindungan Perempuan dan Anak (TRC-PPA) Kaltim Rina Zainun didampingi Kepala Biro Hukum TRC-PPA Kaltim Sudirman menyampaikan apresiasinya kepada pihak Polres Kutim yang mendapatkan penghargaan dari Kementerian PPA.

Rina menyebut penghargaan itu layak diraih Polres Kutim. Mengingat mereka cepat tanggap dalam menangani kasus-kasus, khususnya masalah perlindungan perempuan dan anak.

“Kalau menurut kami memang Polres Kutim layak untuk mendapatkan itu. Karena beberapa kali kami memang mendampingi kasus-kasus yang terjadi terhadap anak. Dan kasus-kasus tersebut cepat direspon, cepat dilakukan oleh pihak Polres dalam penanganan dan penuntasan kasus. Jadi sangat sangat layak kalau Polres mendapatkan penghargaan tersebut,” ucap Rina kepada indeksmedia, Rabu (10/7).

Lebih lanjut Rina membeberkan beberapa kasus yang telah ditangani pihaknya dengan Polres Kutim. Kata dia, dalam proses pendampingan kasus pihaknya tidak pernah menyalahi prosedur yang ada. Di mana korban korban membuatkan surat aduan kemudian pihaknya memberikan surat tugas kepada pendamping, hingga akhirnya pelaporan ke kepolisian.

“Ada 7 kasus, baik itu persetubuhan dan perkelahian. Jadi dalam pendampingan, kami tentu harus memenuhi prosedur. Kita juga kerja sama dengan UPTD PPA dalam pendampingan visum psikolognya dan juga dengan pihak Dinsos untuk laporan sosialnya,” terangnya.

Kapolres Kutai Timur, AKBP, Ronni Bonic bersama Kasat Reskrim Polres Kutim.

Sementara itu Biro Hukum TRC-PPA Kaltim, Sudirman, mengatakan terkait dengan terjadinya kekerasan seksual di Kutim yang baru-baru ini mengegerkan warga, dia mengaku pihaknya selalu mengimbau masyarakat agar berhati-hati dengan tindakan semacam itu.

Bahkan dia mengatakan tidak hanya jika terjadi kasus, TRC-PPA kerap menggelar sosialisasi sebagai upaya agar tidak lagi terjadi kekerasan seksual.

“Sebetulnya dari kami melalui beberapa media, selalu menghimbau agar semua tempat yang notabenenya jadi tempat di mana sering terjadinya kekerasan seksual seperti itu agar lebih memperhatikan hal-hal tersebut,” ucapnya.

“Jadi TRC secara kelembagaan selalu menyampaikan itu kepada siapapun. Jadi kami tidak berpatokan bahwa pada saat di tempat itu saja, tapi pada semua tempat yang notabennya selalu akan ada peluang-peluang untuk melakukan tindakan kejahatan. Jadi kita menghimbau agar semua orang yang berada di sekitar anak-anak kita, tetap fokus dalam hal menjaga buah hatinya. Itu sudah sering kita sampaikan,” tururnya.

Secara kelembagaan pun, tambah Sudirman, terus melakukan sosialisasi setiap proses penanganan. “Sebuah perkara yang kami dapatkan ada laporan yang masuk di samping kami menangani perkaranya. Kami terus memberikan edukasi juga kepada masyarakat yang ada di sekitar, terutama di lingkup keluarga di mana para korban itu berada.”

Pihaknya berharap agar kerja sama ini terus berlanjut agar tetap memberikan pemahaman, pelayanan, dan edukasi kepada masyarakat secara umum untuk dapat menghindari segala hal yang meresahkan bagi masyarakat.

“Dengan rutinitas seperti ini, kolaborasi semua pihak itu bisa mendatangkan rasa aman kepada masyarakat. Nah ini yang paling penting bagi kita,” ucapnya.

TRC-PPA pun melayangkan pedan kepada masyarakat jangan pernah takut untuk melaporkan kejadian-kejadian yang tidak senonoh semacam itu.

“Kita harap masyarakat berani bicara, berani buka suara, jangan takut dengan berbagai ancaman dari pihak terduga. Karena kita yakin ketika mereka bersuara, akan banyak lembaga atau instansi yang akan mengakomodir mereka,” pungkasnya. (*)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *