https://www.zeverix.com/

INDEKS MEDIA KALTIM

Berita Hari Ini di Kalimantan Timur (Kaltim)

Pemkab Kutim Siapkan Santri Hadapi Tantangan Zaman, Pendidikan Pesantren Didorong Lebih Adaptif

1100 views |

KUTIM,INDEKSMEDIA.ID – Pembangunan Kabupaten Kutai Timur tidak cukup hanya mengandalkan kekayaan sumber daya alam. Peningkatan kualitas sumber daya manusia juga menjadi kebutuhan penting agar masyarakat mampu mengambil peran dalam perkembangan daerah.

Dalam upaya tersebut, Pemerintah Kabupaten Kutai Timur (Pemkab Kutim) menempatkan pendidikan pesantren sebagai salah satu bagian penting dalam membentuk generasi muda yang berilmu, berkarakter, dan siap menghadapi perubahan zaman.

Pesan itu disampaikan Staf Ahli Bupati Kutai Timur Bidang Pemerintahan, Hukum dan Politik, Yuriansyah T, saat membacakan sambutan Bupati Kutim Ardiansyah Sulaiman pada peringatan Hari Santri Nasional (HSN) ke-11 di Lapangan Umum Desa Makmur Jaya, Kecamatan Kombeng, Kamis (22/10/2026) pagi.

Melalui peringatan bertema “Santri Menguatkan Negeri Menuju Indonesia Emas” tersebut, Pemkab Kutim mendorong para santri agar tidak hanya memperdalam ilmu agama, tetapi juga mengembangkan kemampuan di bidang pendidikan umum, teknologi, dan keterampilan yang dapat diterapkan dalam kehidupan bermasyarakat.

Yuriansyah menyampaikan, potensi besar Kutai Timur di sektor pertanian, perkebunan, dan sumber daya alam perlu didukung oleh generasi yang memiliki pengetahuan serta kemampuan memadai.

Santri diharapkan mampu menjadi bagian dari sumber daya manusia yang turut menggerakkan kemajuan daerah.

Menurutnya, pendidikan pesantren memiliki peran strategis dalam membentuk karakter generasi muda.

Penguatan nilai agama perlu disertai pembelajaran yang membuka wawasan, melatih kemandirian, dan mempersiapkan santri menghadapi kebutuhan dunia kerja maupun perkembangan kehidupan sosial.

Santri juga didorong untuk berani mengambil peran di berbagai sektor. Peluang pengabdian tidak terbatas pada bidang keagamaan, tetapi terbuka pula dalam dunia pendidikan, kewirausahaan, pertanian modern, ilmu pengetahuan, hingga pemerintahan.

“Santri tidak boleh membatasi pengabdian hanya di lingkungan pesantren. Mereka bisa menjadi ulama, guru, pengusaha, petani modern, ilmuwan, maupun pemimpin bangsa dengan tetap menjunjung integritas, kedisiplinan, tanggung jawab, dan akhlak mulia,” demikian pesan Bupati yang dibacakan Yuriansyah.

Pemkab Kutim juga mengingatkan bahwa perkembangan teknologi digital perlu disikapi secara bijaksana. Kemudahan memperoleh informasi harus diimbangi kemampuan memeriksa kebenaran berita, menjaga privasi, serta menghindari penyebaran fitnah, perundungan, dan ujaran kebencian.

Teknologi, kata dia, semestinya menjadi sarana untuk memperluas pengetahuan, meningkatkan kualitas pembelajaran, dan menyebarkan dakwah yang menyejukkan.

Dengan pemanfaatan yang tepat, santri dapat menjadikan perkembangan digital sebagai peluang untuk meningkatkan kapasitas diri sekaligus memberikan manfaat bagi masyarakat.

Selain peningkatan kompetensi, pemerintah daerah turut menekankan pentingnya menciptakan lingkungan pendidikan pesantren yang aman dan bermartabat. Proses pembinaan harus berjalan dengan memperhatikan keselamatan, hak, dan kehormatan setiap peserta didik.

Pencegahan kekerasan serta penyalahgunaan kewenangan perlu menjadi tanggung jawab bersama pengelola pesantren, guru, pengasuh, orang tua, dan instansi terkait. Upaya tersebut dapat dilakukan melalui pengawasan yang proporsional, aturan yang jelas, edukasi mengenai perilaku aman, serta mekanisme pengaduan yang mudah diakses dan menjaga kerahasiaan pelapor.

“Kita ingin pesantren menjadi tempat yang tidak hanya melahirkan generasi cerdas dan religius, tetapi juga ruang pendidikan yang aman, penuh kasih sayang, menjunjung martabat manusia, dan bebas dari segala bentuk kekerasan,” tegasnya.

Ia menambahkan, koordinasi antara pemerintah daerah dan pengelola pesantren perlu diperkuat agar pembinaan berjalan secara berkelanjutan. Dukungan orang tua dan masyarakat juga diperlukan untuk memastikan pendidikan mampu mengembangkan potensi santri secara menyeluruh.

Dalam sambutannya, Yuriansyah turut mengingatkan kembali sejarah perjuangan santri melalui Resolusi Jihad yang dicetuskan KH Hasyim Asy’ari pada 22 Oktober 1945. Peristiwa tersebut menjadi pengingat bahwa semangat keagamaan dan kecintaan terhadap tanah air merupakan bagian yang tidak terpisahkan dari perjuangan bangsa.

Jika generasi terdahulu berjuang mempertahankan kemerdekaan, santri masa kini diharapkan meneruskan semangat tersebut melalui pendidikan, penguasaan ilmu, penguatan karakter, dan pengabdian kepada masyarakat.

Peringatan HSN di Kecamatan Kombeng diisi dengan pembacaan Al-Qur’an secara massal, pawai santri atau napak tilas, serta upacara Hari Santri Nasional. Melalui kegiatan ini, Pemkab Kutim berharap semangat kebangsaan dan nilai keagamaan semakin kuat, sekaligus mendorong lahirnya santri yang mampu berkontribusi bagi pembangunan daerah dan kemajuan Indonesia. (adv)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Belum ada komentar disini
Jadilah yang pertama berkomentar disini

Maaf Untuk Copy Berita Silahkan Hubungi Redaksi Kami!