Polres Kutim Turun Gelar Penyuluhan Kamtibmas, Sisir Pasar hingga Permukiman
KUTIM, INDEKSMEDIA.ID – Ancaman premanisme, peredaran narkoba, perjudian daring, hingga kebakaran hutan dan lahan (karhutla) menjadi perhatian Satbinmas Polres Kutai Timur (Kutim).
Melalui Penyuluhan Keliling (Penling) dan Sambang Kamtibmas, polisi turun langsung ke sejumlah titik keramaian dan permukiman untuk meningkatkan kewaspadaan serta mendorong keterlibatan masyarakat dalam mencegah berbagai potensi gangguan keamanan, Jumat (2/10/2026).
Kegiatan menyasar pedagang, pengunjung pasar, pengguna jalan, dan warga di lima lokasi, yakni Pasar Induk Teluk Lingga, Simpang Tiga Jalan Yos Sudarso II, Pasar Sangatta Selatan, Simpang Empat Patung Singa Jalan Yos Sudarso I, serta Gang Kapital Jalan Yos Sudarso I.
Kasat Binmas Polres Kutim, AKP Rahmat Hartoyo, mengatakan penyuluhan langsung kepada masyarakat menjadi bagian dari upaya deteksi dini sekaligus memperkuat kesadaran bersama dalam menjaga keamanan dan ketertiban masyarakat (kamtibmas).
“Penling dan sambang kami lakukan untuk menyampaikan pesan-pesan kamtibmas secara langsung. Kami ingin masyarakat mengenali potensi kerawanan di lingkungannya dan bersama-sama melakukan langkah pencegahan,” ujar AKP Rahmat
Dalam penyuluhan tersebut, masyarakat diingatkan untuk mewaspadai praktik premanisme, terutama pemerasan, kekerasan, dan intimidasi yang dapat mengganggu ketenteraman lingkungan.
Warga juga diminta meningkatkan kewaspadaan terhadap peredaran dan penyalahgunaan narkotika, termasuk memperkuat pengawasan terhadap anak dan anggota keluarga agar tidak terjerumus dalam penyalahgunaan narkoba.
Selain itu, kepolisian mengimbau masyarakat menjauhi perjudian daring atau online yang berisiko menimbulkan kerugian finansial dan persoalan dalam keluarga.
Warga yang mengetahui dugaan peredaran narkotika di lingkungan sekitar diminta segera melaporkannya kepada kepolisian.
Tak hanya menyasar persoalan keamanan dan tindak kriminalitas, Satbinmas turut menekankan pentingnya pencegahan karhutla, terutama ketika kondisi lingkungan kering.
Mengusung pesan “Cegah Karhutla, Lindungi Udara dan Masa Depan Kita”, masyarakat diimbau tidak membuka lahan dengan cara membakar, membuang puntung rokok sembarangan, maupun membuat api unggun tanpa pengawasan.
Sebagai alternatif, warga didorong mengelola sisa tebasan dan rumput kering menjadi kompos agar lahan tetap produktif tanpa harus melakukan pembakaran yang berisiko memicu kebakaran meluas.
AKP Rahmat menegaskan, pencegahan karhutla membutuhkan peran aktif seluruh elemen masyarakat karena dampaknya tidak hanya merusak lingkungan, tetapi juga mengancam kesehatan dan mengganggu aktivitas ekonomi warga.
“Pencegahan jauh lebih penting. Kami mengajak masyarakat meningkatkan kewaspadaan, terutama ketika kondisi lingkungan kering, dan tidak melakukan pembakaran yang dapat memicu kebakaran meluas,” tegasnya.
Dalam kegiatan yang sama, masyarakat juga diingatkan menjaga keamanan rumah dengan memastikan pintu dan jendela terkunci sebelum bepergian serta memeriksa instalasi listrik, peralatan elektronik, dan kompor guna mencegah pencurian maupun kebakaran.
AKP Rahmat mengajak masyarakat tidak hanya menjadi penerima imbauan, tetapi juga berperan aktif menjaga keamanan di lingkungan masing-masing.
Setiap gangguan kamtibmas atau dugaan tindak pidana dapat dilaporkan ke kantor polisi terdekat maupun melalui Call Center 110.
“Keamanan lingkungan merupakan tanggung jawab bersama. Kepolisian siap menerima informasi dan laporan masyarakat sebagai bagian dari upaya deteksi dini dan pencegahan gangguan kamtibmas,” pungkasnya. (*)



Tinggalkan Balasan