Harga Tiket Pesawat dari Samarinda Naik Gegara Avtur Melambung, Rute Samarinda–Malang Tembus Rp4,8 Juta
INDEKSMEDIA, SAMARINDA — Harga tiket pesawat kelas ekonomi untuk sejumlah rute domestik dari Bandara Aji Pangeran Tumenggung Pranoto mengalami kenaikan signifikan dalam beberapa hari terakhir.
Kenaikan ini dipicu lonjakan harga bahan bakar avtur yang mencapai sekitar 38 persen, sehingga berdampak langsung terhadap biaya operasional maskapai penerbangan.
Kepala BLU Kantor UPBU Kelas I APT Pranoto, I Kadek Yuli Sastrawan, menjelaskan bahwa penyesuaian tarif juga dipengaruhi kebijakan pemerintah melalui Peraturan Menteri Perhubungan Nomor 38 Tahun 2026 yang mulai berlaku sejak 6 April 2026.
Menurutnya, regulasi tersebut mengatur batas tarif untuk kelas ekonomi pada penerbangan domestik, sementara kelas bisnis tidak termasuk dalam ketentuan tersebut.
“Avtur digunakan setiap hari dan tidak bisa dihentikan. Jadi, ketika harga naik dan aturan mulai berlaku, penyesuaian tarif juga langsung diberlakukan karena maskapai tidak memiliki stok bahan bakar dengan harga lama,” jelas Kadek.
Berdasarkan data di lapangan, beberapa rute dari Samarinda mengalami lonjakan harga tiket:
- Samarinda–Surabaya: sekitar Rp1,2 juta
- Samarinda–Surabaya (transit): hingga Rp3,7 juta
- Samarinda–Malang: mencapai Rp4,8 juta
- Samarinda–Denpasar: berkisar Rp1,9 juta hingga Rp4,8 juta
Harga tersebut bervariasi tergantung maskapai, waktu pemesanan, dan ketersediaan kursi.
Pihak bandara menyebutkan dampak kenaikan tarif terhadap jumlah penumpang belum dapat disimpulkan secara pasti, mengingat kebijakan ini baru berjalan dalam beberapa hari terakhir.
Sementara itu, pengawasan terhadap penerapan tarif maskapai berada di bawah kewenangan Otoritas Bandar Udara Wilayah VII Balikpapan, bukan langsung oleh pengelola bandara.
Kenaikan harga tiket ini menjadi tantangan bagi masyarakat Kalimantan Timur dalam mobilitas udara, terutama untuk kebutuhan pekerjaan, pendidikan, maupun perjalanan keluarga di tengah tren peningkatan biaya transportasi.



Tinggalkan Balasan