INDEKS MEDIA KALTIM

Berita Hari Ini di Kalimantan Timur (Kaltim)

Hadapi El Nino 2026-2027, Bupati Kutai Timur Terbitkan Surat Edaran Mitigasi Karhutla Hingga Krisis Air Bersih

Jibril Daulay Jibril Daulay - 3400 views
Ilustrasi pemadaman kebakarna lahan

SANGATTA, INDEKSMEDIA.ID – Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Kutai Timur resmi menetapkan status kesiapsiagaan menghadapi potensi dampak fenomena El Nino yang diprakirakan berlangsung pada 2026 hingga 2027. Langkah tersebut ditandai dengan diterbitkannya Surat Edaran Bupati Nomor B-400.9.10.1/1262/Bup sebagai pedoman bagi seluruh pemangku kepentingan dalam mengantisipasi musim kemarau berkepanjangan.

Surat edaran yang ditetapkan di Sangatta pada 15 Juli 2026 itu ditujukan kepada seluruh perangkat daerah, camat, lurah, kepala desa, Kesatuan Pengelolaan Hutan Produksi (KPHP), perusahaan, relawan, hingga masyarakat agar meningkatkan kesiapsiagaan terhadap ancaman kekeringan, kebakaran hutan dan lahan (karhutla), serta krisis air bersih.

Bupati Kutai Timur, Ardiansyah Sulaiman, mengatakan kebijakan tersebut diterbitkan berdasarkan rilis Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) mengenai potensi El Nino serta hasil High Level Meeting Tim Pengendalian Inflasi Daerah (TPID) Kutai Timur pada 13 Juli 2026.

“Berdasarkan rilis data BMKG mengenai adanya fenomena El Nino dan hasil High Level Meeting TPID Kabupaten Kutai Timur, diperlukan langkah-langkah antisipatif untuk meminimalisasi dampak bencana kekeringan, kebakaran hutan dan lahan serta krisis air bersih,” tegas Ardiansyah dalam surat edaran tersebut.

Dalam kebijakan itu, Pemkab Kutai Timur menetapkan empat fokus utama mitigasi guna menekan risiko bencana selama periode El Nino.

Pada sektor pencegahan karhutla, seluruh pihak diminta meningkatkan pengawasan terhadap praktik pembukaan lahan dengan cara membakar. Masyarakat juga diminta segera melaporkan kepada aparat penegak hukum apabila menemukan pelanggaran.

Patroli terpadu akan diperkuat dengan melibatkan BPBD, KPHP, TNI, Polri, perusahaan, Masyarakat Peduli Api (MPA), serta berbagai kelompok relawan di wilayah yang rawan muncul titik panas.

Pemerintah juga menginstruksikan peningkatan edukasi mengenai pembukaan lahan tanpa bakar sekaligus memastikan kesiapan sarana dan prasarana penanggulangan kebakaran hutan dan lahan.

Di sektor pertanian, perangkat daerah yang membidangi pangan diminta berkoordinasi dengan petani untuk menyesuaikan pola tanam serta menggunakan varietas tanaman yang lebih tahan terhadap kekeringan.

Selain itu, pemeliharaan sumber air baku seperti sungai, danau, waduk, serta jaringan irigasi juga menjadi perhatian agar pasokan air tetap tersedia selama musim kemarau.

Pemkab Kutai Timur juga akan memperkuat pemantauan Indeks Perkembangan Harga (IPH), produksi pangan di sentra pertanian, serta cadangan pangan pemerintah. Apabila diperlukan, Operasi Pasar Murah (OPM) dan Gerakan Pangan Murah (GPM) akan kembali digelar guna menjaga stabilitas harga.

Pada sektor kesehatan, Dinas Kesehatan diminta meningkatkan kewaspadaan terhadap potensi peningkatan kasus Infeksi Saluran Pernapasan Akut (ISPA), penyakit kardiovaskular, asma, bronkitis, gangguan paru-paru, hingga heat stroke akibat suhu panas ekstrem.

Sekolah juga diminta menyesuaikan aktivitas luar ruangan apabila kualitas udara memburuk dan memastikan layanan kesehatan sekolah tetap berjalan optimal. Sementara itu, seluruh puskesmas diinstruksikan menyiapkan respons cepat terhadap penyakit yang berpotensi meningkat selama musim kemarau panjang.

Dalam surat edaran tersebut, masyarakat diimbau segera melaporkan kejadian kebakaran hutan maupun krisis air bersih kepada BPBD Kutai Timur melalui Pusat Pengendalian Operasi dengan menyertakan identitas pelapor, lokasi kejadian, dokumentasi jika memungkinkan, serta titik koordinat agar penanganan dapat dilakukan lebih cepat.

Ardiansyah menegaskan keberhasilan menghadapi dampak El Nino membutuhkan kolaborasi seluruh elemen, mulai dari pemerintah, dunia usaha, akademisi, media, relawan, hingga Forkopimda dan Forkopimcam.

Menurutnya, upaya pencegahan jauh lebih efektif dibandingkan penanganan setelah bencana terjadi. Melalui kesiapsiagaan sejak dini, Pemkab Kutai Timur berharap aktivitas sosial, ekonomi, kesehatan, dan ketahanan pangan masyarakat tetap terjaga selama periode El Nino 2026–2027.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Belum ada komentar disini
Jadilah yang pertama berkomentar disini

Maaf Untuk Copy Berita Silahkan Hubungi Redaksi Kami!