DP3A Kutim Bekali Peserta Bimtek Kelola Emosi, Bangun Keluarga Harmonis dan Sehat Mental
KUTIM,INDEKSMEDIA.ID – Kemampuan mengelola emosi menjadi fondasi penting dalam menjaga kesehatan mental sekaligus menciptakan lingkungan keluarga yang harmonis. Pesan itu mengemuka dalam Bimbingan Teknis (Bimtek) Seni Mengelola Emosi yang diselenggarakan Dinas Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak (DP3A) Kabupaten Kutai Timur di Hotel Royal Victoria, 6–7 Agustus 2026.
Kegiatan tersebut diikuti peserta dari berbagai unsur dengan tujuan meningkatkan pemahaman tentang pentingnya mengenali, mengendalikan, dan mengekspresikan emosi secara sehat dalam kehidupan sehari-hari.
Kepala DP3A Kutai Timur, Idham Chalid, mengatakan kemampuan mengelola emosi tidak hanya berpengaruh terhadap diri sendiri, tetapi juga menentukan cara seseorang memperlakukan orang lain, baik di lingkungan keluarga maupun masyarakat.
Menurutnya, banyak orang lebih mudah menilai kesalahan orang lain dibanding melakukan introspeksi terhadap diri sendiri. Padahal, mengenali karakter dan pola emosi pribadi merupakan langkah awal untuk membangun hubungan yang sehat.
“Yang paling penting adalah bagaimana kita mampu mengenali potensi emosi dalam diri. Saat menghadapi suatu persoalan, kita perlu belajar memberi jeda sebelum bereaksi. Hal sederhana itu sering kali justru paling sulit dilakukan,” ujarnya.
Ia menjelaskan, penerapan pengendalian emosi seharusnya dimulai dari lingkungan keluarga. Cara orang tua berinteraksi dengan pasangan maupun anak akan membentuk suasana rumah yang kondusif dan berpengaruh terhadap tumbuh kembang anak.
“Kalau keluarga harmonis, anak akan tumbuh dalam lingkungan yang sehat. Mereka lebih percaya diri, tidak terbebani tekanan dari rumah, dan itu akan berpengaruh terhadap prestasi di sekolah,” katanya.
Idham juga menilai kemampuan mengelola emosi penting dimiliki pelaku usaha. Menurutnya, kualitas produk tidak akan berarti apabila tidak diimbangi dengan sikap dan cara berkomunikasi yang baik kepada orang lain.
Selain itu, ia mengingatkan peserta agar bijak mengendalikan emosi saat menggunakan media sosial. Di era digital, kata dia, respons yang ditulis di ruang publik sering kali mencerminkan karakter seseorang.
“Jari kita digerakkan oleh emosi. Kalau emosi tidak terkendali, maka tulisan yang kita buat juga bisa meledak-ledak. Karena itu, kemampuan mengelola emosi menjadi sangat penting, termasuk ketika berinteraksi di media sosial,” tuturnya.
Melalui bimtek yang berlangsung selama dua hari tersebut, DP3A Kutai Timur berharap peserta memperoleh bekal untuk lebih memahami karakter diri, mengendalikan emosi secara positif, serta menerapkannya dalam keluarga, lingkungan kerja, maupun kehidupan bermasyarakat. (*)



Tinggalkan Balasan