Didesak Mahasiswa Soal Gratispol dan Mobil Dinas, Gubernur Kaltim Siap Debat Terbuka
SAMARINDA,INDEKSMEDIA.ID – Aksi evaluasi satu tahun kepemimpinan Gubernur dan Wakil Gubernur Kaltim, Rudy Mas’ud–Seno, diwarnai kritik dari mahasiswa. Dalam dialog di halaman Kantor Gubernur Kaltim, Senin (23/2/2026), Presiden BEM yang juga Koordinator Wilayah BEM Kaltim-Kaltara, Hithan, menyoroti sejumlah kebijakan strategis pemerintah provinsi.
Kritik diarahkan pada implementasi program Gratispol. Hithan menilai pelaksanaannya belum sepenuhnya sesuai dengan janji kampanye yang menyebut pendidikan gratis bagi mahasiswa Kaltim.
“Hari ini berarti Bapak mengakui Gratispol yang dicita-citakan tidak berjalan maksimal. Tadi disampaikan distribusinya ke universitas. Berarti kalau tidak maksimal, salah universitas?” ujarnya.
Dia juga menyinggung persoalan verifikasi penerima bantuan. Menurutnya, ada mahasiswa yang mendaftar namun tidak lolos, sementara ada yang dinilai tidak mendaftar justru menerima bantuan. Selain itu, batas maksimal bantuan disebut berbeda dari narasi
“Gratis semua saat kampanye. Kalau memang implementasinya tidak sesuai dengan yang dijanjikan, akui saja pak. Permohonan maaf, tidak masalah,” tegasnya.
Tak hanya soal pendidikan, Hithan turut mengkritik pengadaan mobil dinas gubernur senilai Rp8,5 miliar yang dinilai bertentangan dengan semangat efisiensi anggaran.
“Lebih banyak lagi jalan yang bisa dibangun kalau tidak perlu beli mobil mahal. Masyarakat jalan kaki, naik sepeda,” sindirnya.
Menanggapi tantangan debat terbuka di Universitas Mulawarman, Rudy Mas’ud menyatakan kesiapannya.
“Saya sangat berani,” jawabnya singkat.
Di akhir dialog, mahasiswa memastikan akan mengirim surat resmi untuk menggelar debat intelektual terbuka.
“Kami akan kirim surat resmi. Kami ingin debat secara intelektual, terbuka, dan terjadwal,” ujar Hithan. (*)



Tinggalkan Balasan