INDEKS MEDIA KALTIM

Berita Hari Ini di Kalimantan Timur (Kaltim)

Video Kericuhan di Polresta Balikpapan Viral, Kapolda Kaltim: Video Tidak Utuh!

Jibril Daulay - 1900 views
Kapolda Kalimantan Timur Irjen Pol Endar Priantoro

INDEKSMEDIA, BALIKPAPAN — Video yang memperlihatkan kericuhan antara seorang warga dan anggota kepolisian di kantor Polresta Balikpapan menjadi perhatian publik.

Menanggapi hal tersebut, Kapolda Kalimantan Timur Irjen Pol Endar Priantoro menegaskan bahwa pihaknya telah melakukan pemeriksaan internal secara menyeluruh.

Peristiwa tersebut terjadi pada Rabu (15/4/2026), melibatkan seorang warga bernama Yosep B. Martua yang datang ke kantor polisi untuk menanyakan perkembangan kasus dugaan penipuan yang telah berjalan selama tiga tahun dan berstatus SP3 (penghentian penyidikan).

Dalam video yang beredar, terlihat terjadi adu dorong antara Yosep dan seorang perwira polisi yang disebut sebagai Kanit Harda berinisial Ipda F. Insiden dipicu perdebatan terkait perekaman pertemuan menggunakan telepon genggam.

Kapolda Kaltim menyatakan bahwa informasi yang beredar di media sosial tidak menggambarkan peristiwa secara utuh.

“Yang disampaikan di media hanya sebagian kecil dari rangkaian kejadian. Kami sudah melakukan pemeriksaan internal secara menyeluruh, baik terkait proses hukum maupun kejadian tersebut,” ujar Endar, Jumat (17/4/2026).

Ia juga mengungkapkan adanya indikasi bahwa kedatangan yang bersangkutan tidak semata-mata untuk menanyakan perkembangan perkara.

“Ada indikasi tujuan lain, termasuk untuk mendiskreditkan kepolisian,” katanya.

Terkait perkara yang dipermasalahkan, Kapolda menegaskan bahwa proses hukum telah berjalan sesuai ketentuan, dan Yosep dalam kasus tersebut berstatus sebagai saksi.

“Legal standing-nya perlu dilihat, mengapa yang bersangkutan datang dengan cara seperti itu,” ujarnya.

Selain itu, pihak kepolisian juga masih mengkaji aspek perekaman di dalam kantor polisi yang menjadi salah satu pemicu ketegangan.

Kapolda menegaskan bahwa institusinya terbuka terhadap kritik, namun mengimbau agar disampaikan melalui mekanisme yang tepat.

“Kami terbuka terhadap kritik dan masukan. Namun jika disampaikan dengan cara yang tidak baik, dapat berdampak pada persepsi publik,” tuturnya.

Ia juga mengimbau masyarakat untuk bersikap objektif dalam menerima informasi yang beredar di media sosial serta tidak terpengaruh narasi yang belum utuh.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Belum ada komentar disini
Jadilah yang pertama berkomentar disini

Maaf Untuk Copy Berita Silahkan Hubungi Redaksi Kami!