Simulasi Dapur Gizi Polres Kutim Digelar, Operasional Dimulai 11 Mei
KUTIM,INDEKSMEDIA.ID – Polres Kutai Timur mulai mematangkan kesiapan operasional Dapur Satuan Pelayanan dan Pemenuhan Gizi (SPPG) milik Yayasan Kemala Bhayangkari di Jalan Jenderal Sudirman, Sangatta Utara. Persiapan itu dilakukan melalui simulasi operasional dapur pada Jumat (8/5/2026).
Simulasi digelar sebagai tahapan akhir sebelum dapur mulai beroperasi pada 11 Mei 2026 mendatang. Pada tahap awal, layanan ditargetkan menjangkau 1.410 penerima manfaat.
Kegiatan tersebut dipimpin Wakapolres Kutim Kompol Ahmad Abdullah bersama jajaran pejabat utama Polres Kutim, pengurus Bhayangkari Cabang Kutim, serta perwakilan Badan Gizi Nasional (BGN).
Dalam simulasi, petugas menguji seluruh alur kerja dapur, mulai dari penerimaan bahan baku, penyimpanan, pencucian, pengolahan makanan, pengemasan hingga distribusi kepada penerima manfaat.
Pengecekan juga dilakukan terhadap standar kebersihan dan keamanan pangan. Seluruh petugas diwajibkan menggunakan alat pelindung diri (APD) selama proses pengolahan makanan.
Wakapolres Kutim mengatakan simulasi dilakukan untuk memastikan seluruh sistem pelayanan berjalan sesuai standar saat dapur resmi beroperasi.
“Kegiatan ini menjadi bagian dari kesiapan teknis sekaligus evaluasi awal agar seluruh sistem berjalan optimal. Kami ingin memastikan dapur SPPG Polres Kutim benar-benar siap memberikan pelayanan terbaik bagi masyarakat,” ujar Kompol Ahmad Abdullah.
Selain simulasi operasional, jajaran Polres Kutim dan Bhayangkari juga melakukan food testing untuk mengecek kualitas makanan yang akan didistribusikan.
Dapur SPPG Yayasan Kemala Bhayangkari Polres Kutim nantinya diproyeksikan mampu memproduksi sekitar 2.500 hingga 3.000 porsi makanan per hari. Operasional dapur didukung fasilitas pengolahan modern dan sistem kerja yang telah distandarisasi.
Menurut Ahmad Abdullah, program tersebut merupakan bentuk dukungan Polri terhadap upaya pemenuhan gizi masyarakat.
“Program ini bukan hanya tentang penyediaan makanan, tetapi juga bentuk kepedulian terhadap peningkatan kualitas hidup masyarakat melalui pemenuhan gizi yang sehat, aman, dan layak konsumsi,” tegasnya.
Ia berharap kolaborasi antara Polri, Bhayangkari dan Badan Gizi Nasional dapat terus berjalan agar program pelayanan gizi bisa terlaksana secara berkelanjutan dan tepat sasaran.
“Kami ingin memastikan keberadaan SPPG benar-benar memberi manfaat nyata bagi masyarakat Kutai Timur,” pungkasnya. (*)



Tinggalkan Balasan