INDEKS MEDIA KALTIM

Berita Hari Ini di Kalimantan Timur (Kaltim)

Cadangan Air IKN Menipis, Otorita Kerahkan Pesawat Casa 212 untuk Picu Hujan hingga 27 Agustus

Jibril Daulay Jibril Daulay - 1100 views

NUSANTARA, INDEKSMEDIA.ID — Sebanyak 800 kilogram garam disemai dalam Operasi Modifikasi Cuaca (OMC) hari pertama untuk memicu pertumbuhan hujan di sejumlah wilayah sekitar Ibu Kota Nusantara (IKN), Sabtu (22/8/2026).

Staf Khusus Kepala Otorita IKN Bidang Manajemen dan Strategi Konstruksi, Danis Hidayat Sumadilaga, mengatakan penyemaian dilakukan sekitar 20–30 mil di utara IKN, dengan sasaran utama wilayah Daerah Aliran Sungai (DAS) Tengin dan DAS Sepaku.

Kedua DAS tersebut menjadi salah satu sumber cadangan air bagi kawasan IKN. OMC dilakukan untuk meningkatkan curah hujan sehingga pasokan air ke sejumlah embung dan intake dapat bertambah.

“Operasi hari pertama difokuskan untuk memicu hujan di titik-titik yang memasok air ke embung dan intake. Tujuannya agar volume cadangan air bisa kembali naik,” ujar Danis di Balikpapan, Sabtu.

OMC akan dilanjutkan pada Minggu (23/8/2026), dengan lokasi penyemaian disesuaikan berdasarkan perkembangan awan dan kondisi atmosfer setiap harinya.

Komandan Lanud Dhomber, Kolonel Pnb I Gusti Ngurah Sorga Laksana, mengatakan operasi modifikasi cuaca tersebut dijadwalkan berlangsung selama enam hari, 22–27 Agustus 2026.

Pada hari pertama, pesawat Casa 212 A-2105 milik TNI AU bertolak dari Base Ops Lanud Dhomber sekitar pukul 16.00 WITA untuk membawa bahan semai berupa garam natrium klorida (NaCl).

Pesawat produksi PT Dirgantara Indonesia tersebut diterbangkan Kapten Pnb Tsalis Fahmi bersama kru Skadron 21 Lanud Abdurachman Saleh. Pesawat Casa 212 A-2105 memiliki kemampuan terbang hingga empat jam dengan kapasitas angkut bahan semai maksimal 800 kilogram.

Data BMKG Balikpapan menunjukkan pertumbuhan awan potensial pada musim kemarau saat ini relatif terbatas. Kondisi tersebut membuat pelaksanaan OMC perlu dilakukan lebih awal agar awan yang tersedia dapat dimanfaatkan untuk menghasilkan hujan.

Pemantauan kondisi atmosfer dilakukan secara berkala untuk menentukan titik penyemaian yang paling optimal dalam memicu pertumbuhan hujan.

Selain OMC, Otorita IKN juga menyiapkan langkah lain untuk menjaga ketersediaan air bersih di kawasan Nusantara. Salah satunya dengan mengupayakan interkoneksi antara Bendungan Sepaku Semoi dan Intake Sepaku untuk menyeimbangkan volume air di tengah kondisi cuaca kering.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Belum ada komentar disini
Jadilah yang pertama berkomentar disini

Maaf Untuk Copy Berita Silahkan Hubungi Redaksi Kami!