INDEKS MEDIA KALTIM

Berita Hari Ini di Kalimantan Timur (Kaltim)

RSUD Kudungga Tunggu Izin Bapeten untuk Operasikan Layanan Mammografi

admin - 1400 views
Direktur RSUD Kudungga, dr Muhammad Yusuf.

KUTIM,INDEKSMEDIA.ID – Direktur RSUD Kudungga, Muhammad Yusuf, mengungkapkan layanan Mammografi di RSUD Kudungga masih menunggu izin operasional dari Badan Pengawas Tenaga Nuklir (Bapeten) sebelum dapat digunakan masyarakat secara umum.

Hal itu disampaikan Yusuf usai peresmian layanan Cathlab, Mammografi, dan gedung baru poliklinik rawat jalan RSUD Kudungga, Sabtu (23/5/2026).

Menurut Yusuf, proses perizinan diperlukan karena alat Mammografi menggunakan radiasi sehingga wajib memenuhi ketentuan keselamatan dari Bapeten.

“Layanan Mammografi ini masih menunggu perizinan dari Bapeten. Ini ada radiasinya. Jadi untuk izin operasionalnya, kita harus izin dulu ke Bapeten,” ujarnya.

Saat ini, kata dia, penggunaan alat Mammografi masih sebatas tahap uji coba internal terhadap pegawai rumah sakit. Jika izin operasional telah diterbitkan, layanan tersebut akan segera dibuka untuk masyarakat umum.

“Sekarang ini masih uji coba ke pegawai sendiri. Nanti kalau sudah keluar izin dari Bapeten, nanti akan diumumkan untuk bisa digunakan. Semoga dalam satu dua bulan ini sudah bisa digunakan,” katanya.

Sementara itu, Yusuf menyebut layanan Cathlab sudah mulai beroperasi dan menangani pasien, bahkan sebelum peresmian dilakukan. Sejauh ini, RSUD Kudungga telah menangani empat kasus, termasuk pasien serangan jantung.

“Kalau layanan Cathlab kita sudah running. Bahkan sebelum hari ini, kita sudah ada empat kasus yang kita tangani, di antaranya itu serangan jantung,” ucapnya.

Dia mengatakan, setelah peresmian, pihak rumah sakit akan memperluas publikasi layanan Cathlab agar masyarakat mengetahui bahwa layanan penanganan jantung kini sudah tersedia di Kutai Timur.

“Setelah hari ini, kita akan publikasi lebih luas lagi, agar masyarakat bisa menggunakan layanan itu,” jelasnya.

Meski demikian, Yusuf mengakui tantangan terbesar layanan Cathlab berada pada aspek pembiayaan karena tindakan medis yang dilakukan membutuhkan biaya cukup besar.

“Tantangannya lebih ke pembiayaan. Karena tindakannya berbiaya besar. Tarif paling kecil dan sederhana itu tujuh juta. Selebihnya lebih mahal tergantung kompleksitas dan banyaknya tindakan yang dilakukan,” ungkapnya.

Karena itu, RSUD Kudungga saat ini mendorong percepatan kerja sama dengan BPJS Kesehatan agar layanan Cathlab nantinya dapat diakses masyarakat tanpa biaya pribadi.

“Jadi kita menyasar lebih cepat kerja sama BPJS Kesehatan. Jadi kalau masyarakat membutuhkan, bisa gratis,” katanya.

Selain BPJS, pihak rumah sakit juga mulai menyasar kerja sama dengan perusahaan-perusahaan yang selama ini merujuk pasien ke Samarinda untuk penanganan penyakit jantung.

“Sebelum itu, kami juga menyasar ke perusahaan-perusahaan. Kan selama ini mereka banyak mengirim ke Samarinda pembiayaan perusahaan itu. Alat kita fresh, dokter kita kualitasnya sama, jadi ngapain jauh-jauh ke sana. Biayanya juga pasti lebih besar ke sana,” ujarnya.

Menurut Yusuf, keberadaan Cathlab di RSUD Kudungga memiliki tujuan utama untuk menekan angka kematian akibat serangan jantung di Kutai Timur.

“Tapi tujuan utama kita, mengatasi kematian karena serangan jantung,” pungkasnya. (*)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Belum ada komentar disini
Jadilah yang pertama berkomentar disini

Maaf Untuk Copy Berita Silahkan Hubungi Redaksi Kami!