INDEKS MEDIA KALTIM

Berita Hari Ini di Kalimantan Timur (Kaltim)

Pemkab Kutim Pastikan Inflasi Daerah Terkendali, Wabup : Selisih 0,4 Persen dari Nasional

admin - 16000 views

KUTIM,INDEKSMEDIA.ID – Pemerintah Kabupaten Kutai Timur memastikan laju inflasi daerah masih berada dalam kondisi aman. Meski demikian, harga telur ayam di pasaran menjadi perhatian karena tercatat lebih tinggi dibandingkan rata-rata nasional.

Hal tersebut disampaikan Wakil Bupati Kutai Timur, Mahyunadi, usai mengikuti rapat koordinasi pengendalian inflasi yang berlangsung di Kantor Diskominfo Kutim, Senin (6/4/2026).

Mahyunadi menjelaskan, secara perhitungan bulanan atau month-to-month (mtm), inflasi di Kutim masih berada di bawah angka nasional. Perbandingan data menunjukkan kondisi ekonomi daerah masih relatif stabil.

“Selisihnya sekitar 0,4 persen dari nasional. Artinya kondisi kita masih relatif aman, meskipun tetap fluktuatif,” ujarnya.

Menurutnya, salah satu faktor penting dalam menjaga stabilitas inflasi adalah kemampuan daya beli masyarakat.

Selama masyarakat masih mampu memenuhi kebutuhan pokok, tekanan kenaikan harga masih bisa dikendalikan.

Namun dari hasil pemantauan di lapangan, telur ayam menjadi komoditas yang harganya perlu dicermati. Di pasar lokal, harga telur tercatat lebih tinggi dibandingkan daerah lain.

“Kalau dibandingkan secara hitungan, selisihnya bisa sekitar Rp4.700 per kilogram. Tapi ini juga dipengaruhi perbedaan pengukuran, di sini dijual per butir, sementara nasional per kilogram,” jelasnya.

Dia menambahkan, salah satu penyebab tingginya harga telur adalah biaya produksi yang meningkat. Sebagian besar pakan ayam petelur masih dipasok dari luar daerah, terutama dari Pulau Jawa, sehingga berdampak pada harga jual di tingkat pasar.

Meski begitu, pemerintah daerah memastikan tidak ditemukan praktik penimbunan ataupun permainan harga oleh pelaku usaha. Secara umum, harga kebutuhan pokok di Kutai Timur masih terpantau stabil.

“Tidak ada penimbunan. Harga juga masih stabil,” tegasnya.

Pemerintah daerah tetap menyiapkan langkah antisipasi jika terjadi lonjakan harga sewaktu-waktu.

Intervensi pasar, seperti operasi pasar atau pasar murah, akan dilakukan jika kondisi mulai tidak terkendali.

“Kalau harga tidak stabil, kita akan intervensi. Tapi saat ini belum perlu karena masih terkendali,” katanya.

Dalam jangka panjang, Pemkab Kutim juga mendorong penguatan ketahanan pangan daerah.

Salah satunya melalui pemanfaatan pekarangan rumah untuk menanam komoditas kebutuhan sehari-hari seperti cabai dan sayuran.

Selain itu, potensi produksi lokal juga terus didorong, termasuk komoditas jagung yang memiliki peluang besar untuk dikembangkan di daerah.

“Di luar daerah sekitar Rp6.000, di sini bisa Rp7.000 sampai Rp8.000. Artinya potensi kita ada, tinggal dimaksimalkan,” tandasnya. (*)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Belum ada komentar disini
Jadilah yang pertama berkomentar disini

Maaf Untuk Copy Berita Silahkan Hubungi Redaksi Kami!