Marak Provokasi di Media Sosial, Wabup Kutim Ajak Warga Saring Informasi
KUTIM,INDEKSMEDIA.ID – Wakil Bupati Kutai Timur (Kutim), H. Mahyunadi, mengajak masyarakat memperkuat persatuan dan kesatuan bangsa melalui silaturahmi serta kegiatan keagamaan.
Pesan tersebut disampaikan saat menghadiri peringatan Maulid Nabi Muhammad SAW di Masjid Al Huda, Jalan H. Masdar, Gang Harapan, Jumat malam (28/8/2026).
Kegiatan tersebut mengusung tema “Mari Kita Teladani Akhlak dengan Perjuangan Rasulullah Muhammad SAW untuk Kehidupan yang Lebih Baik di Dunia dan Akhirat”.
Mahyunadi mengatakan, peringatan Maulid Nabi bukan hanya menjadi momentum mengenang kelahiran Rasulullah SAW, tetapi juga mempererat hubungan antarmasyarakat.
Menurutnya, silaturahmi yang terbangun melalui berbagai kegiatan keagamaan dapat membuka ruang komunikasi, termasuk dalam kehidupan sosial dan ekonomi masyarakat.
“Dengan adanya Maulid, kita sering bersilaturahmi, ketemu satu sama lain. Dengan banyaknya bersilaturahmi, saling berkomunikasi, akhirnya terciptalah bisnis-bisnis,” ujarnya.
Ia mencontohkan, pertemuan dalam kegiatan keagamaan dapat mempertemukan seseorang dengan teman atau jaringan baru yang kemudian membantu menyelesaikan berbagai persoalan, termasuk dalam bidang kesehatan maupun usaha.
Mahyunadi juga mengingatkan masyarakat agar tidak mudah terprovokasi oleh informasi yang beredar di media sosial. Menurutnya, potongan pernyataan yang disebarluaskan tanpa konteks dapat memicu kesalahpahaman dan berpotensi mengganggu persatuan.
“Melalui mimbar ini saya mengajak masyarakat Kutai Timur untuk kita lebih jeli melihat yang baik-baik, agar disaring dulu baru disampaikan. Jangan asal menyampaikan hal-hal yang dapat merusak persatuan bangsa kita,” tegasnya.
Ia menilai keberagaman dalam menjalankan kegiatan keagamaan merupakan salah satu kekuatan Indonesia. Masyarakat, kata dia, memiliki ruang untuk menjalankan tradisi keagamaan masing-masing selama tetap menjaga toleransi dan persaudaraan.
“Yang mau Maulid, silakan. Yang tidak mau Maulid, silakan. Yang mau Maulid Barzanji dan lain sebagainya, silakan. Justru inilah yang membuat Indonesia semakin kuat,” katanya.
Mahyunadi kemudian mengajak masyarakat Kutim menjaga persatuan dan tidak mudah terpengaruh oleh isu yang dapat memecah belah masyarakat.
“Kenapa kita bisa makan, bisa punya pangan, bisa sekolah? Karena kita berada dalam negara yang bersatu, berdaulat, adil dan makmur. Oleh karena itulah saya pesan buat semua, selalu menjaga persatuan dan kesatuan negara kita ini,” pungkasnya. (*)



Tinggalkan Balasan