INDEKS MEDIA KALTIM

Berita Hari Ini di Kalimantan Timur (Kaltim)

Kutai Timur Targetkan Cetak Sawah 20 Ribu Hektare, Gubernur Kaltim Minta Perkuat Kolaborasi

Jibril Daulay Jibril Daulay - 1100 views
Gubernur Kaltim, Rudy Mas’ud (Foto: yah/indeksmedia).

BALIKPAPAN, INDEKSMEDIA.ID – Pemerintah Provinsi Kalimantan Timur mendukung langkah Pemerintah Kabupaten Kutai Timur (Kutim) memperluas lahan pertanian melalui program pencetakan sawah baru seluas 20 ribu hektare.

Program tersebut ditargetkan menjadi salah satu upaya Kutim mewujudkan swasembada beras sekaligus mengurangi ketergantungan terhadap pasokan pangan dari luar daerah.

Gubernur Kaltim Rudy Mas’ud mengatakan sektor pertanian harus menjadi salah satu tumpuan masa depan daerah. Menurutnya, Kaltim tidak bisa terus mengandalkan sumber daya alam tidak terbarukan seperti batu bara, minyak, dan gas bumi.

“Pertanian ini masa depan kita. Saya tidak terlalu yakin dengan sumber daya alam yang dikelola selama ini karena dampaknya juga tidak terlalu signifikan bagi masyarakat,” tegas Rudy saat menerima kunjungan Bupati Kutai Timur Ardiansyah Sulaiman di Balikpapan, Jumat (28/8/2026).

Rudy meminta Pemkab Kutim memperkuat kolaborasi dengan kelompok tani, TNI-Polri, serta pihak swasta agar program perluasan lahan pertanian dapat berjalan optimal.

Selain peningkatan produksi gabah, Rudy juga mendorong agar kawasan persawahan yang dikembangkan nantinya dapat dipadukan dengan sektor pariwisata. Salah satunya melalui pengembangan agrowisata yang dinilai memiliki potensi menarik minat masyarakat.

Sementara itu, Bupati Kutai Timur Ardiansyah Sulaiman mengatakan perluasan sawah ditargetkan mencapai 20.000 hektare dalam lima tahun ke depan. Lahan yang digunakan antara lain berasal dari kawasan yang selama ini belum dimanfaatkan secara maksimal.

“Luas kawasan sawah aktif di Kutai Timur baru mencapai sekitar 2.600 hektare,” jelas Ardiansyah.

Pada tahap awal, Pemkab Kutim menargetkan pengembangan lumbung pangan seluas 10.000 hektare sebagai bagian dari upaya memenuhi kebutuhan beras masyarakat secara mandiri.

Program cetak sawah rakyat yang telah berjalan saat ini mencapai sekitar 553 hingga 600 hektare. Pengembangan tersebut antara lain berada di Kecamatan Long Mesangat dan Bengalon.

Ardiansyah menyebut sejumlah wilayah yang saat ini menjadi sentra sawah produktif Kutim berada di Kecamatan Kaliorang, Bengalon, Kaubun, dan Long Mesangat.

“Sebagian besar kawasan sawah produktif kami saat ini berada di Kecamatan Kaliorang, Bengalon, Kaubun, dan Long Mesangat,” ujarnya.

Perluasan lahan pertanian tersebut dilakukan di tengah kondisi pasokan beras Kutim yang masih mengalami defisit. Kebutuhan beras daerah mencapai sekitar 38.000 ton per tahun, sementara kekurangannya masih sekitar 20.000 ton.

Produktivitas sawah aktif Kutim saat ini berada pada kisaran 3,5 hingga 4,8 ton gabah per hektare. Karena itu, selain memperluas areal tanam, pemerintah juga mendorong penggunaan mekanisasi pertanian dan bibit unggul untuk meningkatkan produktivitas.

Dengan kombinasi perluasan lahan, penerapan teknologi pertanian, serta peningkatan produktivitas, Pemkab Kutim berharap ketergantungan terhadap pasokan beras dari luar pulau, termasuk Jawa dan Sulawesi, dapat dikurangi secara bertahap.

Program tersebut sekaligus menjadi bagian dari upaya memperkuat ketahanan pangan Kaltim dengan menempatkan Kutai Timur sebagai salah satu daerah yang memiliki potensi besar dalam pengembangan produksi pangan.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Belum ada komentar disini
Jadilah yang pertama berkomentar disini

Maaf Untuk Copy Berita Silahkan Hubungi Redaksi Kami!