Jelang Lawan Borneo FC, Semen Padang Dihantam Badai Cedera
INDEKSMEDIA, SAMARINDA — Badai cedera yang melanda Semen Padang FC menjadi sorotan jelang laga pekan ke-29 BRI Super League 2025/2026 menghadapi Borneo FC Samarinda. Kondisi ini dinilai bisa menjadi celah bagi Pesut Etam dalam perburuan poin penting di papan atas.
Tim berjuluk Kabau Sirah tengah menghadapi situasi sulit di penghujung musim. Selain berjuang keluar dari zona degradasi, mereka juga dihantam cedera sejumlah pemain kunci.
Manajemen klub mengonfirmasi, beberapa pilar utama masih dalam tahap pemulihan. Alhassan Wakaso dan Irsyad Maulana mengalami knee bursitis, dengan Wakaso diperkirakan absen hingga enam pekan, sementara Irsyad membutuhkan waktu dua hingga tiga minggu untuk pulih.
Selain itu, bek Samuel Christianson mengalami cedera otot gracilis dan diprediksi kembali dalam dua minggu. Sementara Wahyu Agong masih menjalani pemulihan cedera hamstring dengan estimasi waktu serupa.
“Tim medis terus memantau perkembangan kondisi masing-masing pemain dan memberikan penanganan optimal sesuai prosedur,” ujar juru bicara manajemen.
Situasi ini menjadi tantangan besar bagi pelatih Imran Nahumarury, yang harus meracik strategi di tengah keterbatasan skuad. Absennya sejumlah pemain inti memaksa tim mengandalkan kombinasi pemain pelapis yang minim jam bermain bersama.
Di sisi lain, performa Semen Padang juga tengah menurun. Kekalahan 0-2 dari Persijap Jepara di Stadion Haji Agus Salim pada pekan ke-28 menjadi kekalahan ketiga secara beruntun.
Hingga saat ini, Kabau Sirah terpuruk di peringkat ke-17 klasemen sementara dengan koleksi 20 poin hasil dari lima kemenangan, lima imbang, dan 18 kekalahan.
Kondisi tersebut membuat tekanan semakin besar jelang menghadapi Borneo FC yang tengah bersaing ketat di papan atas bersama Persib Bandung dan Persija Jakarta.
Meski berada dalam situasi sulit, manajemen memastikan seluruh elemen tim tetap berupaya bangkit. Latihan tambahan, rotasi pemain, serta penguatan aspek fisik dan mental menjadi fokus utama.
Di tengah badai cedera, peluang juga terbuka bagi pemain muda untuk unjuk kemampuan. Namun di saat bersamaan, risiko inkonsistensi performa menjadi tantangan yang harus dihadapi Semen Padang dalam laga krusial menghadapi Borneo FC.



Tinggalkan Balasan