Berada di Zona Degradasi, Fabio Lefundes: Madura United Selalu di Hati Saya
INDEKSMEDIA, PAMEKASAN — Di tengah kemenangan meyakinkan Borneo FC Samarinda atas Madura United FC, ada perasaan yang tak sepenuhnya bisa dirayakan oleh Fabio Lefundes.
Pelatih asal Brasil itu memang tersenyum usai timnya menang 3-1 di Stadion Gelora Madura Ratu Pamelingan. Namun di balik itu, terselip rasa hangat terhadap klub yang pernah menjadi bagian penting dalam perjalanan kariernya di Indonesia.
“Madura United ada dalam hati saya,” ucapnya pelan, seolah menegaskan bahwa sepak bola bukan sekadar menang atau kalah.
Bagi Lefundes, Madura United bukan hanya lawan. Di sanalah ia pertama kali menapakkan kaki sebagai pelatih di Indonesia, membangun kepercayaan, dan memulai perjalanan yang kini membawanya bersaing di papan atas bersama Borneo FC.
Karena itu, kemenangan di Pamekasan terasa berbeda. Di satu sisi, ia harus profesional membawa Pesut Etam terus melaju dalam perebutan gelar. Namun di sisi lain, ia melihat mantan timnya sedang berjuang keluar dari tekanan di zona degradasi.
“Semoga mereka bisa bangkit dan keluar dari situasi sulit,” katanya.
Ucapan itu bukan basa-basi. Ia tahu betul bagaimana kerasnya kompetisi, bagaimana satu hasil buruk bisa mengubah arah musim. Dan kini, Madura United berada di titik itu—berjuang di sisa pertandingan untuk tetap bertahan.
Sementara Borneo FC melangkah dengan ambisi juara, Madura United berlari untuk bertahan hidup.
Di situlah sepak bola menjadi ironi. Satu tim merayakan kemenangan, sementara tim lain memikul harapan yang kian berat. Dan di antara keduanya, ada seorang pelatih yang hatinya terbagi—antara masa lalu dan masa kini.



Tinggalkan Balasan