Disdikbud Kutim Matangkan Tiga Buku Sejarah dan Kebudayaan Daerah
KUTIM,INDEKSMEDIA.ID – Upaya mendokumentasikan perjalanan sejarah dan kekayaan budaya Kutai Timur terus dilakukan melalui penyusunan buku yang dapat menjadi rujukan bagi masyarakat dan generasi mendatang.
Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Disdikbud) Kutai Timur melalui Bidang Kebudayaan menggelar seminar akhir kajian penulisan sejarah untuk menyempurnakan tiga naskah buku yang disusun pada tahun anggaran 2026.
Kepala Bidang Kebudayaan Disdikbud Kutai Timur, Ilham, menjelaskan seminar akhir tersebut menjadi tahapan penting sebelum ketiga naskah memasuki proses penyelesaian.
Melalui forum ini, tim penulis memperoleh masukan, evaluasi, serta rekomendasi dari peserta dan tim pengendali mutu.
Tiga naskah yang dibahas meliputi buku sejarah budaya berjudul “Kisah-Kisah dari Kutai Timur: Budaya, Tradisi, dan Kehidupan”, buku sejarah Islam berjudul “Menelusuri Jejak Islam di Kutai Timur”, serta buku tentang sejarah dan perkembangan masyarakat adat Dayak Kenyah Lepok di Kutai Timur.
“Ketiga naskah tersebut diharapkan menjadi sumber informasi dan referensi mengenai perjalanan sejarah, perkembangan kebudayaan, kehidupan masyarakat serta nilai-nilai yang tumbuh dan diwariskan untuk generasi di Kabupaten Kutai Timur,” ujar Ilham.
Menurutnya, penyusunan buku sejarah membutuhkan proses panjang dan ketelitian. Tim penulis harus melakukan penelusuran sumber, pengumpulan data, wawancara, hingga mengkaji dokumen dan berbagai referensi agar informasi yang disajikan dapat dipertanggungjawabkan.
Karena itu, seminar akhir tidak sekadar menjadi forum pemaparan hasil penulisan, tetapi juga ruang untuk menguji kelengkapan informasi dan memastikan isi naskah sesuai dengan fakta sejarah serta perkembangan masyarakat Kutai Timur.
Disdikbud turut melibatkan berbagai unsur dalam kegiatan tersebut, mulai dari perangkat daerah, lembaga pendidikan, perguruan tinggi, organisasi keagamaan, organisasi adat, komunitas seni budaya hingga perwakilan media. Keterlibatan lintas unsur ini diharapkan dapat memperkaya sudut pandang dan memperkuat validitas informasi yang termuat dalam buku.
Ilham berharap berbagai masukan yang disampaikan peserta dapat membantu tim penulis menghasilkan karya yang berkualitas dan dapat digunakan dalam berbagai kebutuhan, termasuk pendidikan, penelitian, serta pengembangan kebudayaan daerah.
“Kami berharap seluruh masukan yang disampaikan dapat menjadi bahan perbaikan bagi tim penulis sehingga naskah yang dihasilkan memiliki kualitas yang baik, didukung sumber yang dapat dipertanggungjawabkan serta dapat dimanfaatkan sebagai referensi sejarah dan kebudayaan bagi pemerintah daerah, dunia pendidikan, peneliti dan tentu masyarakat luas,” katanya.
Melalui penyusunan tiga buku tersebut, Bidang Kebudayaan Disdikbud Kutai Timur berupaya memastikan perjalanan sejarah, tradisi, kehidupan keagamaan, dan keberadaan masyarakat adat terdokumentasi dengan baik. Hasil kajian itu diharapkan dapat menjadi bagian dari upaya menjaga identitas daerah sekaligus memperkenalkan kekayaan sejarah Kutai Timur kepada generasi berikutnya. (adv)



Tinggalkan Balasan