INDEKS MEDIA KALTIM

Berita Hari Ini di Kalimantan Timur (Kaltim)

Disambut Adat Mopotilolo, Wabup Kutim Hadiri Rangkaian PENAS KTNA 2026 di Gorontalo

admin - 2400 views
Wakil Bupati Kutai Timur, Mahyunadi disambut secara adat Mopotilolo oleh Buapti Gorontalo Sofyan Puhi (Vian Pro Kutim)

GORONTALO,INDEKSMEDIA.ID – Kehadiran Wakil Bupati Kutai Timur, H. Mahyunadi, dalam rangkaian Pekan Nasional (PENAS) Kontak Tani Nelayan Andalan (KTNA) XVII Tahun 2026 di Gorontalo turut diwarnai prosesi adat Mopotilolo, Jumat (19/6/2026).

Prosesi penyambutan berlangsung di Rumah Dinas Bupati Gorontalo dan dipimpin langsung oleh Bupati Gorontalo, Sofyan Puhi.

Sejumlah kepala daerah dari berbagai wilayah Indonesia yang berada di Gorontalo untuk mengikuti PENAS KTNA juga turut hadir dalam kegiatan tersebut, di antaranya Bupati Simalungun Anton Saragih dan Wakil Bupati Kutai Barat Nanang Adriani.

Mopotilolo merupakan tradisi adat Gorontalo yang digunakan untuk menyambut tamu kehormatan, termasuk pejabat negara dan kepala daerah yang berkunjung ke wilayah tersebut.

Tradisi ini menjadi bagian dari upaya masyarakat setempat dalam mempertahankan nilai-nilai budaya yang diwariskan secara turun-temurun.

Usai prosesi adat, para tamu mengikuti jamuan makan malam yang diselenggarakan Pemerintah Kabupaten Gorontalo.

Acara juga diisi dengan penampilan kesenian daerah yang memperkenalkan ragam budaya Gorontalo kepada para peserta yang datang dari berbagai daerah.

Mahyunadi mengatakan penyambutan tersebut memberikan kesan tersendiri baginya selama berada di Gorontalo.

“Saya merasa terhormat dan bersyukur bisa disambut dengan adat Mopotilolo. Ini bukan hanya penghormatan kepada pribadi atau jabatan, tetapi juga bentuk penghormatan kepada masyarakat Kutai Timur yang saya wakili,” ujarnya.

Menurutnya, pelestarian tradisi daerah memiliki peran penting di tengah perkembangan zaman. Selain menjaga identitas budaya, tradisi juga menjadi sarana mempererat hubungan antarmasyarakat dan antardaerah.

“Kalau kita datang ke daerah lain lalu disambut seperti keluarga sendiri, tentu ada rasa persaudaraan yang terbangun. Ini yang membuat Indonesia tetap kuat, karena walaupun berbeda daerah dan budaya, kita tetap satu keluarga besar,” ungkapnya.

Di sela pelaksanaan PENAS KTNA, pertemuan para kepala daerah juga menjadi ruang untuk bertukar pengalaman mengenai berbagai program pembangunan di daerah masing-masing. Interaksi tersebut dinilai dapat membuka peluang kerja sama sekaligus memperluas jejaring antardaerah.

Mahyunadi menilai momentum tersebut penting dimanfaatkan untuk saling berbagi pengalaman dan gagasan yang dapat mendukung pembangunan daerah.

“Pertemuan seperti ini jangan dilihat hanya sebagai acara seremonial. Justru di sinilah kesempatan kita saling bertukar pikiran, berbagi pengalaman, dan belajar dari keberhasilan daerah lain untuk diterapkan di daerah masing-masing,” katanya.

PENAS KTNA XVII sendiri diikuti ribuan peserta dari berbagai provinsi di Indonesia dan menjadi forum pertukaran pengetahuan, teknologi, serta inovasi di bidang pertanian, perikanan, dan ketahanan pangan. (kopi4/kopi3)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Belum ada komentar disini
Jadilah yang pertama berkomentar disini

Maaf Untuk Copy Berita Silahkan Hubungi Redaksi Kami!