INDEKS MEDIA KALTIM

Berita Hari Ini di Kalimantan Timur (Kaltim)

16 Titik Banjir, 19 KK Terdampak, BMKG Prediksi Hujan Masih Tinggi di Samarinda

Jibril Daulay Jibril Daulay - 2900 views
Kondisi banjir di Jalan. Giri Mukti, Samarinda Utara. (Foto: Yah/Indeksmedia.id)

SAMARINDA, INDEKSMEDIA.ID – Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kota Samarinda terus memperkuat langkah mitigasi dan koordinasi lintas instansi dalam menghadapi potensi banjir dan longsor di tengah masih tingginya intensitas curah hujan yang melanda kota tersebut.

Hal itu disampaikan Kepala Bidang Kedaruratan dan Logistik BPBD Kota Samarinda, Edi Susanto, saat menjadi narasumber dalam Dialog Publika TVRI Kalimantan Timur bertema “Menelaah Efektivitas Program Penanggulangan Banjir Samarinda”, Jumat (19/6/2026).

Menurut Edi, dalam sepekan terakhir hujan dengan intensitas cukup tinggi beberapa kali mengguyur Kota Samarinda dan menyebabkan genangan di sejumlah wilayah.

Berdasarkan data Pusat Pengendalian Operasi Penanggulangan Bencana (Pusdalops) BPBD Kota Samarinda, hujan yang terjadi pada Kamis (18/6/2026) mengakibatkan banjir di 16 titik lokasi. Sejumlah titik genangan bahkan sempat memicu kemacetan lalu lintas, terutama di kawasan Simpang Alaya hingga Simpang Kebun Agung.

“Di beberapa lokasi lain juga terjadi genangan, namun tidak separah 16 titik yang tercatat dalam data kami,” ujar Edi.

Ia menjelaskan kondisi cuaca di Samarinda saat ini cenderung berubah dengan cepat. Pada pagi hari cuaca dapat terlihat cerah, namun menjelang sore sering terjadi hujan dengan intensitas sedang hingga lebat.

Mengacu pada informasi dan prakiraan cuaca dari BMKG, potensi hujan masih akan terjadi dalam beberapa waktu ke depan. Karena itu, BPBD mengimbau seluruh pihak untuk terus meningkatkan kewaspadaan dan kesiapsiagaan menghadapi potensi bencana hidrometeorologi.

Dalam upaya penanganan banjir, BPBD Kota Samarinda terus berkoordinasi dengan berbagai instansi terkait, di antaranya BMKG, Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (PUPR), Balai Wilayah Sungai (BWS), BPBD Provinsi Kalimantan Timur, serta perangkat daerah lainnya.

Koordinasi dilakukan melalui berbagai mekanisme, mulai dari komunikasi langsung, grup koordinasi, hingga rapat lintas sektor guna memastikan langkah mitigasi dan penanganan berjalan optimal.

“Kami selalu menyampaikan pentingnya sinergi seluruh pihak dalam penanganan banjir di Kota Samarinda. Dengan koordinasi yang baik, langkah-langkah mitigasi yang telah disiapkan dapat dilaksanakan secara lebih efektif,” katanya.

Selain banjir, curah hujan tinggi juga memicu sejumlah kejadian tanah longsor. Salah satunya terjadi di kawasan Sentosa Dalam yang mengakibatkan kerusakan pada pagar SDN 009 Samarinda.

Meski demikian, BPBD memastikan tidak ada korban meninggal dunia, korban hilang, maupun korban luka akibat banjir dan longsor yang terjadi dalam beberapa hari terakhir.

Data BPBD Kota Samarinda mencatat sebanyak 19 kepala keluarga (KK) atau 74 jiwa terdampak langsung akibat banjir. Namun jumlah masyarakat yang terdampak secara tidak langsung diperkirakan lebih besar karena terganggunya akses transportasi dan aktivitas sehari-hari di sejumlah kawasan yang tergenang.

Melalui penguatan koordinasi, peningkatan kesiapsiagaan personel, serta pemantauan cuaca secara berkala, BPBD Kota Samarinda berharap risiko bencana hidrometeorologi dapat terus ditekan sehingga keselamatan dan kenyamanan masyarakat tetap terjaga.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Belum ada komentar disini
Jadilah yang pertama berkomentar disini

Maaf Untuk Copy Berita Silahkan Hubungi Redaksi Kami!