BPJS Pastikan Tak Ada Tunggakan, Ribuan Warga Kutim Terlindungi, Pasien Cuci Darah Terlayani
KUTIM,INDEKSMEDIA.ID – Puluhan ribu warga Kutai Timur saat ini mendapatkan jaminan kesehatan melalui pembiayaan iuran dari pemerintah daerah. Hingga Maret 2026, tercatat sekitar 88 ribu jiwa menjadi peserta Jaminan Kesehatan Nasional (JKN) yang iurannya dibayarkan Pemkab Kutim melalui BPJS Kesehatan.
Kepala BPJS Kesehatan Kutai Timur, Herman Prayudi, mengatakan pembiayaan iuran tersebut telah direalisasikan pemerintah daerah pada triwulan pertama tahun 2026 dengan nilai sekitar Rp9 miliar.
“Pembayaran triwulan pertama kurang lebih Rp9 miliar. Semua sudah sesuai rencana kerja, baik PBPU Pemda maupun bantuan iuran. Data juga tidak ada permasalahan,” ujar Herman saat dikonfirmasi, Minggu (5/4/2026).
Dia menjelaskan, hingga saat ini pembayaran iuran dari pemerintah daerah berjalan lancar tanpa adanya tunggakan.
Kepastian itu diperoleh melalui proses rekonsiliasi rutin antara BPJS Kesehatan dan pemerintah daerah.
Selain itu, evaluasi kebutuhan iuran juga dilakukan secara berkala bersama Dinas Kesehatan Kutai Timur agar pembiayaan peserta tetap terpenuhi.
“Setiap bulan kami review bersama Dinkes untuk analisa kebutuhan. Jadi tidak ada potensi kekurangan iuran,” tegasnya.
Dalam sistem jaminan kesehatan di Kutai Timur, pembiayaan peserta tidak hanya berasal dari pemerintah daerah. Terdapat pula skema bantuan dari pemerintah provinsi dan pemerintah pusat.
Herman menyebutkan sekitar 33 ribu warga Kutim tercatat sebagai peserta Jamkesprov yang iurannya ditanggung pemerintah provinsi.
Sementara sekitar 117 ribu jiwa lainnya merupakan peserta Penerima Bantuan Iuran (PBI) yang dibiayai pemerintah pusat melalui Kementerian Sosial.
“Jadi ada tiga skema bantuan, dari Pemda, provinsi, dan pusat. Semua saling mendukung untuk menjamin masyarakat tetap mendapatkan layanan kesehatan,” jelas Herman.
Memasuki triwulan kedua 2026, BPJS Kesehatan bersama pemerintah daerah akan kembali melakukan pembaruan data kepesertaan serta perhitungan kebutuhan iuran untuk menjaga akurasi data program.
Selain itu, BPJS Kesehatan juga memastikan layanan hemodialisis atau cuci darah tetap tersedia bagi peserta JKN di Kutai Timur.
Saat ini layanan tersebut dapat diakses di RSUD Kudungga dan RSUD Meloy yang telah bekerja sama dengan BPJS Kesehatan.
“Layanan cuci darah sudah dijamin BPJS dan tersedia di dua rumah sakit tersebut,” pungkasnya. (*)



Tinggalkan Balasan