INDEKS MEDIA KALTIM

Berita Hari Ini di Kalimantan Timur (Kaltim)

BNPB Batasi OMC di Berau Hanya 5 Hari, Bisa Dihentikan Meski Hujan Belum Turun

Jibril Daulay Jibril Daulay - 4600 views

BERAU, INDEKSMEDIA.ID — Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) membatasi pelaksanaan Operasi Modifikasi Cuaca (OMC) di Kabupaten Berau, Kalimantan Timur, hanya selama lima hari.

Operasi dapat dihentikan sebelum target hujan tercapai apabila hasil evaluasi menunjukkan pelaksanaan OMC tidak lagi efektif. Pertimbangan tersebut mencakup potensi pertumbuhan awan, peluang keberhasilan operasi, hingga efisiensi penggunaan anggaran negara.

Analis Kebencanaan Ahli Madya pada Kedeputian Bidang Penanganan Darurat BNPB, Tono Sumarsono, mengatakan keputusan melanjutkan atau menghentikan operasi akan ditentukan berdasarkan evaluasi tim di lapangan.

“Kalau memang tidak efektif, melihat potensi dan dari sisi efisiensi anggaran tentu kami harus pertimbangkan untuk melanjutkan operasi ini,” ujar Tono saat ditemui di Bandar Udara Kalimarau.

Menurut Tono, Pemkab Berau sebelumnya tidak menetapkan batas waktu khusus dalam permohonan pelaksanaan OMC. Namun, BNPB mengerahkan tim telaah untuk melakukan kajian secara objektif dan ilmiah terhadap potensi keberhasilan operasi di wilayah sasaran.

Durasi operasi yang terbatas membuat setiap pelaksanaan penyemaian harus dihitung secara cermat agar pembiayaan negara tetap tepat sasaran dan dapat dipertanggungjawabkan.

“Kalau memang kurun waktu yang ada tidak memungkinkan, maka akan stop operasi. Tentu, kita harus memikirkan juga pembiayaan selama operasi,” katanya.

Tono mengatakan evaluasi menyeluruh akan dilakukan apabila potensi pertumbuhan awan baru terlihat pada hari kelima. Hasil evaluasi tersebut selanjutnya akan dilaporkan kepada pimpinan BNPB di Jakarta untuk menentukan langkah berikutnya.

Pembatasan waktu OMC juga mempertimbangkan kondisi kekeringan di wilayah lain di Indonesia yang membutuhkan penanganan serupa. Berau menjadi salah satu daerah prioritas BNPB dalam penanganan kekeringan dan potensi kebakaran hutan dan lahan (karhutla).

“Yang kekeringan bukan hanya Berau, tentu menunggu instruksi lagi. Kenapa sampai kami tiba di Berau, karena memang daerah ini menjadi prioritas,” ujar Tono.

Meski demikian, BNPB berharap kondisi atmosfer selama lima hari pelaksanaan OMC mendukung pertumbuhan awan di wilayah sasaran sehingga operasi dapat memberikan hasil optimal.

“Semoga sesuai harapan. Awannya tumbuh di titik yang dibutuhkan,” pungkasnya.

Sebelumnya, Direktur Operasional Modifikasi Cuaca BMKG, Budi Harsoyo, menjelaskan bahwa OMC bukan bertujuan menciptakan hujan dari kondisi atmosfer yang tidak memiliki awan, melainkan mengoptimalkan potensi awan yang sudah tersedia.

“Modifikasi cuaca bukan membuat hujan, tetapi mengoptimalkan potensi awan yang tersedia. Apabila kondisi awan mendukung, penyemaian awan dilakukan sehingga mempercepat proses turunnya hujan serta bisa memperluas areanya,” jelas Budi di Kantor Gubernur Kaltim, Samarinda, Senin (24/8/2026).

Dalam pelaksanaan OMC, tim tidak hanya mempertimbangkan jumlah titik api yang terdeteksi, tetapi juga memperhitungkan potensi pertumbuhan awan dan peluang hujan di wilayah sasaran.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Belum ada komentar disini
Jadilah yang pertama berkomentar disini

Maaf Untuk Copy Berita Silahkan Hubungi Redaksi Kami!