BEM Unmul Akui Tantang Rudy Mas’ud Debat Terbuka di Kantor Gubernur, Tolak Format Diskusi Publik
INDEKSMEDIA, SAMARINDA — Badan Eksekutif Mahasiswa (BEM) Keluarga Mahasiswa (KM) Universitas Mulawarman memberikan klarifikasi terkait flyer ajakan debat terbuka dengan Gubernur Kalimantan Timur Rudy Mas’ud yang sempat menjadi polemik di media sosial.
Ketua BEM KM Unmul Hiththan Hersya Putra mengakui bahwa flyer tersebut merupakan bagian dari strategi propaganda mahasiswa untuk menekan pemerintah daerah agar membuka ruang debat secara terbuka.
Menurutnya, mahasiswa menilai undangan resmi kepada kepala daerah sulit diwujudkan apabila hanya melalui mekanisme formal.
“Kalau kami gagal undang gubernur berdebat di lingkungan kampus, maka kami yang datang ke depan kantor gubernurnya ajak dia berdebat,” ujarnya.
Ia menjelaskan, tujuan utama mahasiswa adalah menyampaikan berbagai aspirasi masyarakat yang selama ini dianggap tidak pernah benar-benar didengarkan maupun ditanggapi secara serius oleh pemerintah provinsi.
“Mulai dari aksi 214 kemarin, tidak menemui massa aksi. Video klarifikasi yang terkesan tidak tulus. Tidak pernah organik penyampainya. Ini bentuk argumen kami yang kami kemas dalam foto tersebut,” jelasnya.
Hiththan juga menyebut respons mahasiswa terhadap gagasan debat terbuka bersama gubernur cukup tinggi. Menurutnya, pihak BEM telah beberapa kali melakukan tindak lanjut sejak undangan pertama dilayangkan pada 23 Februari 2026.
Ia mengungkapkan bahwa Pemerintah Provinsi Kalimantan Timur sempat merespons undangan tersebut. Namun, mahasiswa menolak usulan perubahan format kegiatan menjadi diskusi publik.
“Dari pihak Pemprov Kaltim pernah respon undangan kami, tapi pihak Pemprov mau format undangan itu diubah jadi diskusi publik. Ini yang kami tidak terima, kami mau debat,” tegasnya.
Polemik ini mencuat setelah sebelumnya Pemprov Kaltim melalui Diskominfo menyatakan flyer ajakan debat yang beredar tidak pernah dikonfirmasi secara resmi kepada gubernur maupun pemerintah provinsi.



Tinggalkan Balasan