https://www.zeverix.com/

INDEKS MEDIA KALTIM

Berita Hari Ini di Kalimantan Timur (Kaltim)

Ancam Cacat Permanen, Kadinkes Kutim Peringatkan Bahaya Kaki Gajah

Kepala Dinas Kesehatan Kutai Timur, dr Hj. Yuwana.

KUTIM,INDEKSMEDIA.ID – Risiko cacat fisik permanen hingga penurunan kualitas hidup menjadi ancaman nyata di balik penularan filariasis atau penyakit kaki gajah.

Kepala Dinas Kesehatan (Dinkes) Kabupaten Kutai Timur, dr Yuwana Sri Kurniawati, mengimbau masyarakat untuk tidak menganggap remeh infeksi cacing parasit yang ditularkan melalui gigitan nyamuk tersebut.

Selain memicu pembengkakan menetap pada kaki, tangan, hingga organ intim, infeksi cacing filaria yang merusak sistem getah bening ini juga berpotensi menyebabkan kelumpuhan fungsi tubuh dan kecacatan seumur hidup jika tidak terdeteksi sejak dini.

Oleh sebab itu, Dinkes Kutim mengintensifkan langkah pencegahan untuk melindungi warga dari dampak fatal infeksi ini.

“Penyakit yang ditularkan melalui gigitan nyamuk ini perlu dideteksi secara dini agar penderita tidak mengalami pembengkakan permanen pada organ atau anggota tubuh,” ujar dr Yuwana.

Guna memastikan wilayah Kutim terbebas dari rantai penularan cacing filaria, Dinkes Kutim menyelenggarakan Transmission Assessment Survey (TAS) melalui pengambilan sampel darah warga secara serentak di 30 lokus dari 24 desa yang tersebar di 16 kecamatan.

Uniknya, prosedur pengujian darah ini wajib dilangsungkan pada malam hari antara pukul 22.00 hingga 24.00 WITA. Waktu spesifik tersebut disesuaikan dengan masa aktif mikrofilaria (anak cacing) yang baru keluar memadati pembuluh darah tepi manusia saat jam istirahat.

dr Yuwana memastikan bahwa lokasi dan sasaran sampel telah ditetapkan langsung oleh Kementerian Kesehatan (Kemenkes). Untuk menjaga kenyamanan warga, pihaknya mematangkan koordinasi dengan jajaran RT dan kader kesehatan desa sejak siang hari.

“Masyarakat yang akan diperiksa akan diinfo terlebih dahulu oleh kader dan Pak RT, serta diberi pengertian pentingnya pemeriksaan filariasis ini. Tujuannya agar warga tidak kaget saat ada petugas datang di malam hari,” jelas Yuwana.

Sampel darah yang terkumpul nantinya diuji di laboratorium Puskesmas dengan pendampingan dari Labkesmas Banjarbaru serta Dinkes Provinsi Kaltim. Pemantauan ketat ini juga menjadi perhatian khusus bagi wilayah dengan riwayat kasus terbanyak seperti Kecamatan Muara Bengkal, yang saat ini masih memiliki enam pasien dalam penanganan medis rutin.

Melalui langkah deteksi dini dan kesadaran masyarakat akan bahaya cacat permanen filariasis, Dinkes Kutim optimistis mampu memutus total penyebaran parasit ini sekaligus menyukseskan target eliminasi kaki gajah nasional pada 2030. (adv)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Belum ada komentar disini
Jadilah yang pertama berkomentar disini

Maaf Untuk Copy Berita Silahkan Hubungi Redaksi Kami!