Bupati Kutim Tantang STIPER Kembangkan Bioetanol dan Industri Sawit
KUTIM,INDEKSMEDIA.ID – Bupati Kutai Timur, H. Ardiansyah Sulaiman, menantang perguruan tinggi daerah untuk melangkah lebih cepat dari laju investasi dan teknologi industri.
Langkah ini ditegaskan Ardiansyah agar putra-putri daerah tidak sekadar menjadi penonton di tengah masifnya proyek hilirisasi dan transisi energi di Kutai Timur.
Instruksi strategis tersebut disampaikan H. Ardiansyah Sulaiman saat menerima rombongan Sekolah Tinggi Ilmu Pertanian (STIPER) Kutai Timur yang dipimpin Ketuanya, Fahmi, di ruang kerja Bupati, Jumat (25/9/2026).
Ardiansyah mengungkapkan pentingnya peran kampus dalam memetakan kebutuhan tenaga kerja industri masa depan sejak dini.
Salah satu titik fokus utama yang didorong Bupati adalah persiapan SDM lokal untuk menyambut proyek strategis gasifikasi batu bara menjadi metanol oleh PT Bumi Etam Chemical (BEC) di Bengalon.
“STIPER harus menyiapkan orang-orang yang mampu bekerja pada industri yang akan berkembang di Kutai Timur, termasuk gasifikasi dan metanol di Bengalon,” tegas H. Ardiansyah Sulaiman.
Tak hanya terfokus pada pengolahan mineral, Bupati juga mendorong akademisi STIPER Kutim memperluas cakrawala riset ke sektor energi terbarukan berbasis pertanian, khususnya bioetanol.
Menurutnya, inovasi ini menjadi kunci ganda untuk menaikkan nilai jual komoditas pertanian sekaligus menyokong kemandirian energi nasional.
“Fokus kita mendukung program nasional untuk ketahanan energi,” tegas Ardiansyah kembali.
Merespons arahan Bupati Ardiansyah, STIPER Kutai Timur yang saat ini diperkuat 49 dosen dan 643 mahasiswa siap mengakselerasi kurikulum pendidikan vokasi.
Perguruan tinggi ini tengah menjajaki program D1 Vokasi berstandar industri lewat kemitraan bersama GIZ asal Jerman dan STIPER Yogyakarta, guna mencetak tenaga terampil tersertifikasi ISPO/RSPO di sektor perkebunan sawit, lengkap dengan skema beasiswa BPDPKS untuk jenjang lanjutan. (adv)



Tinggalkan Balasan