Waspada Hantavirus, Dinkes Kutim Ingatkan Bahaya Penularan dari Tikus
KUTIM,INDEKSMEDIA.ID – Dinas Kesehatan Kabupaten Kutai Timur (Kutim) mengingatkan masyarakat untuk meningkatkan kewaspadaan terhadap penyakit hantavirus, yakni infeksi yang ditularkan dari hewan pengerat seperti tikus ke manusia. Ancaman penyakit ini dinilai perlu diantisipasi, terutama di lingkungan dengan sanitasi yang kurang baik.
Kepala Dinas Kesehatan Kutim, dr. Hj. Yuwana Sri Kurniawati, menjelaskan, hantavirus termasuk salah satu emerging zoonosis atau penyakit yang berasal dari hewan dan dapat menular ke manusia.
Penularan virus dapat terjadi melalui paparan air liur, urine, maupun kotoran tikus yang mengering lalu bercampur dengan debu di lingkungan sekitar.
“Hantavirus dibawa oleh tikus. Jika kotoran atau urine tikus menempel di debu, lalu debu itu terhirup manusia, maka virus dapat masuk ke dalam tubuh,” jelas Yuwana.
Dia menerangkan, gejala awal infeksi hantavirus umumnya menyerupai penyakit infeksi lain seperti demam, flu, nyeri otot, dan tubuh terasa lemas.
Namun dalam kondisi tertentu, penyakit tersebut dapat berkembang menjadi lebih serius.
“Pada kasus yang berat, penderita bisa mengalami sesak napas hingga gangguan fungsi ginjal,” ujarnya.
Dinkes Kutim menilai kondisi lingkungan yang kotor dan sanitasi yang buruk menjadi faktor utama meningkatnya risiko perkembangbiakan tikus.
Karena itu, masyarakat diminta menjaga kebersihan rumah, saluran air, serta area penyimpanan makanan agar tidak menjadi sarang hewan pengerat.
Selain menjaga kebersihan lingkungan, warga juga diimbau berhati-hati saat membersihkan area yang diduga tercemar kotoran tikus.
Debu yang beterbangan berpotensi menjadi media penularan virus apabila terhirup.
Yuwana menegaskan, langkah pencegahan paling efektif adalah menjaga sanitasi lingkungan secara rutin serta mengendalikan populasi tikus di sekitar permukiman warga. (*)



Tinggalkan Balasan