INDEKS MEDIA KALTIM

Berita Hari Ini di Kalimantan Timur (Kaltim)

Kunjungi Gua Prasejarah, Kapolres Kutim Kagumi Jejak Arkeologis Purba di Gua Tewet

Jibril Daulay - 8700 views
Kapolres Kutim AKBP Fauzan bersama sejumlah personilnya melakukan kunjungan di gua Tewet,

INDEKSMEDIA, SANGATTA – Kapolres Kutai Timur (Kutim) AKBP Fauzan Arianto melakukan penelusuran Gua Tewet, sebuah situs gua prasejarah yang berada di Desa Tepian Langsat, Kecamatan Bengalon, Sabtu (04/04/2026).

Dalam kunjungannya, Kapolres bersama sejumlah personil dan pemandu menyusuri bagian dalam gua yang menyimpan lukisan tangan purba di dinding gua. Terlihat motif cap tangan berwarna merah yang menghiasi langit-langit gua. Jejak purba tersebut menjadi daya tarik utama, sekaligus bukti jejak peradaban manusia masa lampau yang masih terjaga hingga kini.

AKBP Fauzan juga antusias mengabadikan momen di dalam gua, untuk merekam keindahan sekaligus nilai sejarah yang dimiliki Gua Tewet.

Kapolres Kutim AKBP Fauzan Arianto menyampaikan bahwa keberadaan situs seperti Gowa Tewet merupakan peninggalan arkeologis berharga yang harus dijaga bersama.

“Ini adalah warisan luar biasa yang dimiliki Kutai Timur. Gua Tewet bukan hanya destinasi wisata, tetapi juga bukti sejarah peradaban manusia yang sangat bernilai. Kita semua punya tanggung jawab untuk menjaga dan melestarikannya,” ujar AKBP Fauzan Arianto.

AKBP Fauzan juga menegaskan pentingnya sinergi antara pemerintah, aparat, dan masyarakat dalam menjaga kelestarian situs bersejarah agar tidak rusak atau hilang oleh waktu.

“Kami dari kepolisian tentu siap mendukung upaya pelestarian, termasuk dari sisi pengamanan kawasan. Perlu kesadaran bersama agar situs ini tetap terjaga dan bisa dinikmati generasi mendatang,” tegasnya.

Lebih lanjut, Fauzan berharap Gua Tewet dapat terus dikembangkan sebagai destinasi wisata edukasi yang mampu menarik minat wisatawan, baik lokal maupun mancanegara.

“Potensi wisata sejarah seperti ini sangat besar. Jika dikelola dengan baik, tentu dapat memberikan dampak positif bagi perekonomian masyarakat sekitar,” tambahnya.

Gua ini merupakan bagian dari Situs Cagar Budaya yang terkenal dengan lukisan cadas prasejarah (hand stencils) yang diperkirakan berusia puluhan ribu tahun.

Berada di Kawasan Karst Sangkulirang-Mangkalihat, tepatnya di kompleks Gunung Batu Gergaji, Desa Tepian Langsat, Kecamatan Bengalon, Kabupaten Kutai Timur, Provinsi Kalimantan Timur. Posisinya di sepanjang aliran Sungai Marang. Dari tepian sungai, pengunjung perlu berjalan kaki sekitar 1 jam dan menelusuri tebing setinggi 15 meter yang berfungsi sebagai “tangga” alami untuk mencapai mulut gua.

Gua ini berada pada ketinggian sekitar 200–220 meter di atas permukaan laut(mdpl). Beberapa sumber lain menyebutkan lokasinya bisa mencapai ketinggian lebih dari 1.000 mdpl di area pegunungan karst tersebut.

Nama gua ini diambil dari nama pemandu lokal bernama Pak Tewet yang memberikan informasi pertama kali kepada peneliti pada tahun 1999.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Belum ada komentar disini
Jadilah yang pertama berkomentar disini

Maaf Untuk Copy Berita Silahkan Hubungi Redaksi Kami!