INDEKS MEDIA KALTIM

Berita Hari Ini di Kalimantan Timur (Kaltim)

Pemkot Samarinda Bersiap Antisipasi Lonjakan Harga Pangan Jelang Ramadan 1447 H

Jibril Daulay Jibril Daulay - 10300 views
Ilustrasi buatan AI: penjualan komoditas pangan di Pasar Tradisional (dok Indeksmedia.id)

SAMARINDA, INDEKSMEDIA.ID – Pemerintah Kota Samarinda bersiap melakukan langkah antisipatif terhadap potensi kenaikan harga kebutuhan pokok menjelang bulan suci Ramadan 1447 Hijriah/2026. Upaya tersebut akan mulai dilakukan pada pekan kedua Februari melalui pengendalian inflasi guna menjaga daya beli masyarakat.

Langkah ini terungkap usai Pemkot Samarinda mengikuti Rapat Koordinasi Nasional (Rakornas) Pengendalian Inflasi yang digelar secara virtual pada Senin (12/1/2026), dipimpin Sekretaris Jenderal Kementerian Dalam Negeri RI, Komjen Pol Tomsi Tohir.

Dalam Rakornas tersebut, Sekjen Kemendagri meminta pemerintah daerah melakukan langkah antisipatif sejak dini, termasuk dengan mengevaluasi tren harga minimal tiga tahun terakhir untuk menjaga stabilitas harga selama Ramadan dan Idulfitri.

Wakil Wali Kota Samarinda, Saefuddin Zuhri, menegaskan bahwa pengendalian inflasi tetap menjadi fokus utama pemerintah daerah.

“Kami pastikan inflasi daerah tetap terkendali. Pemkot bersama seluruh pemangku kepentingan terus memperkuat koordinasi untuk menjaga pasokan dan stabilitas harga,” ujarnya.

Sejumlah komoditas menjadi perhatian utama, salah satunya cabai rawit yang mengalami kenaikan harga akibat faktor cuaca. Berdasarkan data Dinas Perdagangan Kota Samarinda per Minggu II Januari 2026, harga cabai merah besar tercatat Rp42.500 per kilogram, cabai keriting Rp38.500 per kilogram, cabai rawit Rp67.500 per kilogram, bawang merah Rp45.500 per kilogram, dan bawang putih Rp37.500 per kilogram.

Pemkot Samarinda juga memastikan koordinasi intensif dengan kelompok petani, Dinas Ketahanan Pangan dan Pertanian, serta melakukan pemantauan langsung hingga tingkat distributor dan pedagang. Antisipasi juga dilakukan terhadap potensi kenaikan harga minyak goreng agar tetap sesuai dengan Harga Eceran Tertinggi (HET).

Untuk komoditas telur ayam ras, Pemkot mendorong optimalisasi produksi peternak lokal, khususnya untuk mendukung program Makan Bergizi Gratis (MBG).

Sementara itu, stok beras yang dikelola Bulog dilaporkan dalam kondisi aman hingga Lebaran 2026. Pemantauan pasokan dan harga komoditas strategis juga dilakukan oleh Perumda Varia Niaga Samarinda.

Berdasarkan data Badan Pusat Statistik per 5 Januari 2026, inflasi nasional pada Desember 2025 tercatat sebesar 0,64 persen (month to month), dengan inflasi tahunan dan inflasi kalender masing-masing 2,92 persen, masih berada dalam kisaran target nasional.

Adapun untuk Kota Samarinda, inflasi bulanan (m-to-m) tercatat sebesar 0,87 persen. Indeks Harga Konsumen (IHK) meningkat dari 106,66 pada Desember 2024 menjadi 109,54 pada Desember 2025, menunjukkan stabilitas harga di Samarinda tetap terjaga menjelang Ramadan dan Idulfitri.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Belum ada komentar disini
Jadilah yang pertama berkomentar disini

Maaf Untuk Copy Berita Silahkan Hubungi Redaksi Kami!