INDEKS MEDIA KALTIM

Berita Hari Ini di Kalimantan Timur (Kaltim)

Terima 396 Mahasiswa KKN Unmul, Bupati Kutim Kenalkan Kawasan Karst Sangkulirang-Mangkalihat Sebagai ‘Magic Land’

Jibril Daulay Jibril Daulay - 2300 views

SANGATTA, INDEKSMEDIA.ID – Bupati Kutai Timur (Kutim), Ardiansyah Sulaiman, menegaskan pengembangan ekonomi di kawasan Karst Sangkulirang-Mangkalihat harus berjalan seiring dengan upaya menjaga kelestarian lingkungan. Menurutnya, setiap pembangunan di kawasan tersebut wajib memperhatikan keseimbangan ekosistem agar tidak merusak kekayaan alam yang dimiliki.

Ardiansyah mengatakan, kawasan Karst Sangkulirang-Mangkalihat baru saja menyelesaikan tahapan verifikasi lapangan oleh tim dari Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) sebagai bagian dari proses pengusulan menjadi geopark atau taman bumi.

“Karst Sangkulirang-Mangkalihat beberapa hari lalu telah selesai dilakukan verifikasi tim dari Kementerian ESDM untuk menjadi geopark,” ujar Ardiansyah di Sangatta, Selasa.

Ia berharap hasil verifikasi tersebut semakin memperkuat posisi Kutai Timur sebagai daerah yang memiliki nilai geologi, keanekaragaman hayati, dan budaya yang penting di tingkat nasional maupun internasional.

Menurutnya, status geopark nantinya tidak hanya menjadi pengakuan terhadap kekayaan alam daerah, tetapi juga membuka peluang lebih besar bagi pengembangan sektor pariwisata dan ekonomi kreatif berbasis konservasi.

Kenalkan Potensi Kutim kepada Mahasiswa KKN

Pernyataan tersebut juga disampaikan Ardiansyah saat menerima 396 mahasiswa Universitas Mulawarman (Unmul) Samarinda yang akan melaksanakan Kuliah Kerja Nyata (KKN) di Kutai Timur.

Sebanyak 396 mahasiswa tersebut dijadwalkan mengabdi selama 40 hari hingga Agustus 2026 di 41 desa dan kelurahan yang tersebar di 13 kecamatan.

Dalam kesempatan itu, Ardiansyah memperkenalkan berbagai potensi sumber daya alam yang dimiliki Kutai Timur. Ia menyebut daerah tersebut layak disebut sebagai “magic land” karena memiliki bentang alam yang lengkap, mulai dari pegunungan, hutan, kawasan karst, perkebunan, rawa, sungai hingga wilayah pesisir.

“Kutim memiliki kekayaan alam luar biasa, maka pembangunan harus dilakukan secara bijaksana. Manusia harus hidup sejahtera, tetapi alam juga harus tetap lestari. Di sinilah pentingnya kolaborasi semua pihak, termasuk perguruan tinggi melalui mahasiswa KKN,” katanya.

Kabupaten Kutai Timur juga memiliki garis pantai hampir 500 kilometer, kawasan mangrove yang luas, potensi pertambangan, lahan pertanian yang subur, serta kawasan perkebunan dan kehutanan yang dinilai masih terjaga.

Karena itu, Ardiansyah berharap mahasiswa KKN mampu mengimplementasikan ilmu yang diperoleh selama kuliah untuk mendukung pengelolaan potensi tersebut secara berkelanjutan.

Wadah Pengabdian dan Pembelajaran

Menurut Ardiansyah, program KKN merupakan implementasi nyata Tri Dharma Perguruan Tinggi, khususnya dalam bidang pengabdian kepada masyarakat.

Ia berharap mahasiswa tidak hanya menerapkan ilmu pengetahuan di lapangan, tetapi juga belajar memahami persoalan yang dihadapi masyarakat secara langsung sehingga mampu memberikan solusi yang aplikatif.

“Di lapangan mereka akan memahami bahwa teori dan praktik harus berjalan berdampingan. Mereka juga bisa memberikan penyuluhan sederhana kepada petani, termasuk mengenai teknik budidaya tanaman kakao yang kini terus dikembangkan di Kutai Timur,” pungkasnya.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Belum ada komentar disini
Jadilah yang pertama berkomentar disini

Maaf Untuk Copy Berita Silahkan Hubungi Redaksi Kami!