https://www.zeverix.com/

INDEKS MEDIA KALTIM

Berita Hari Ini di Kalimantan Timur (Kaltim)

Lagi, Disdikbud Kutim Keluarkan Edaran PJJ

5800 views |
Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kutai Timur, Mulyono.

KUTIM,INDEKSMEDIA.ID – Esalasi pencemaran udara yang menyelimuti wilayah Kabupaten Kutai Timur dalam dua hari terakhir memaksa otoritas pendidikan memindahkan seluruh aktivitas persekolahan ke rumah.

Kebijakan darurat ini diambil guna membentengi ratusan ribu anak sekolah dari paparan partikel beracun yang terus mengancam kesehatan saluran pernapasan.

Saat diwawancarai, Selasa (13/10/2026), Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Disdikbud) Kutai Timur, Mulyono, mengungkapkan keputusan pengalihan sistem pembelajaran jarak jauh (PJJ) didasarkan pada laporan teknis pemantauan lingkungan yang memburuk secara signifikan.

“Kami tidak ingin mengambil risiko sekecil apa pun terhadap kesehatan anak-anak kita. Berdasarkan koordinasi dan laporan perkembangan kualitas udara selama tiga hari terakhir, hampir seluruh wilayah kecamatan berada pada kriteria tidak sehat atau zona merah. Karena itu, terhitung mulai Selasa, 13 Oktober 2026, seluruh jenjang dari PAUD, nonformal, SD/MI, hingga SMP/MTs wajib melaksanakan PJJ secara daring,” tegas Mulyono.

Melalui Surat Edaran Nomor B-100.3.4.2/6785/DISDIKBUD-1.1, Mulyono menegaskan bahwa skema PJJ kali ini menuntut peran aktif kepala sekolah, tenaga pendidik, hingga para orang tua murid. Guru dan staf kependidikan diinstruksikan untuk tetap menjalankan tugas kedinasan secara work from home (WFH) seraya menyusun skenario belajar mandiri yang efektif.

“PJJ ini bukan berarti libur. Presensi siswa dan guru tetap dipantau secara online. Kami meminta para kepala sekolah merancang mekanisme pembelajaran yang fleksibel namun terukur, serta mengoptimalkan jalur komunikasi dengan wali murid. Pesan kami sangat tegas kepada para orang tua: pastikan anak-anak tetap berada di dalam rumah, kurangi aktivitas luar gedung, dan jaga asupan nutrisi serta air putih mereka selama masa darurat ini,” ungkap Mulyono.

Terkait kepastian kembali berkegiatan di sekolah, Mulyono menyebut pihaknya bersama Koordinator Wilayah (Korwil) dan pengawas pendidikan di lapangan terus melakukan pemantauan berkala untuk menentukan evaluasi dalam sepekan ke depan.

“Evaluasi menyeluruh akan kita lakukan bersama tim teknis dalam tujuh hari ke depan. Namun apabila ada dinamika perbaikan kualitas udara yang cukup pesat, tentu kebijakan penyesuaian menuju pembelajaran tatap muka akan secepatnya kami kabarkan kembali,” pungkasnya. (adv)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Belum ada komentar disini
Jadilah yang pertama berkomentar disini

Maaf Untuk Copy Berita Silahkan Hubungi Redaksi Kami!