Kutim Serius Ngulik Bahasa Kutai, Guru Muatan Lokal Diberi Beasiswa RPL
KUTIM,INDEKSMEDIA.ID – Pemerintah Kabupaten Kutai Timur (Kutim) terus memperkuat penerapan bahasa Kutai sebagai muatan lokal di sekolah. Upaya tersebut tidak hanya dilakukan melalui pembelajaran di kelas, tetapi juga mulai diarahkan pada peningkatan kapasitas guru yang mengajarkan bahasa daerah tersebut.
Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Disdikbud) Kutai Timur, Mulyono, mengatakan bahasa Kutai saat ini telah diterapkan sebagai muatan lokal di seluruh jenjang SD hingga SMP di Kutai Timur.
Menurutnya, penerapan tersebut menjadi bagian dari upaya pemerintah daerah menjaga keberadaan bahasa ibu sekaligus memperkenalkannya kepada generasi muda melalui pendidikan formal.
Mulyono menyebut Kutai Timur bahkan mendapat penghargaan dari Menteri Pendidikan, Kebudayaan, Riset, dan Teknologi atas penerapan bahasa ibu.
Kutai Timur disebut menjadi satu-satunya kabupaten di Kalimantan yang memperoleh penghargaan tersebut dalam kategori penerapan bahasa ibu secara totalitas.
“Bahasa Kutai ini sudah kita terapkan di semua kelas, mulai jenjang SD sampai dengan SMP,” kata Mulyono, saat diwawancarai, Kamis (1/10/2026).
Namun, di balik penerapan bahasa Kutai yang telah berjalan di sekolah, Disdikbud Kutim masih menghadapi persoalan terkait ketersediaan guru yang memiliki latar belakang pendidikan formal bahasa Kutai.
Mulyono mengatakan sebagian guru yang mengajarkan muatan lokal bahasa Kutai belum memiliki pendidikan formal yang secara khusus berkaitan dengan bahasa daerah tersebut.
Karena itu, Disdikbud Kutim mulai mencari skema peningkatan kompetensi guru melalui program pendidikan dan beasiswa, salah satunya dengan memanfaatkan skema Rekognisi Pembelajaran Lampau (RPL).
“Persoalannya adalah guru-guru kita belum punya pendidikan formal bahasa Kutai. Makanya tahun ini kita sudah tawarkan beberapa program dengan perguruan tinggi,” ujarnya.
Menurut Mulyono, salah satu perguruan tinggi yang dapat menjawab kebutuhan tersebut adalah Universitas Negeri Malang.
Perguruan tinggi tersebut membuka program yang berkaitan dengan pendidikan bahasa Indonesia dengan spesifikasi bahasa daerah, termasuk bahasa Kutai.
Program tersebut diharapkan dapat menjadi jalur bagi guru-guru Kutai Timur untuk memperoleh pendidikan yang lebih sesuai dengan kebutuhan pembelajaran bahasa Kutai di sekolah.
“Yang bisa menjawab ini dari Universitas Negeri Malang. Dibuka jurusan untuk guru bahasa Indonesia dengan spesifikasi bahasa daerah bahasa Kutai,” jelasnya.
Mulyono mengatakan dalam pelaksanaannya, program tersebut juga akan melibatkan pihak Balai Bahasa Samarinda.
Tahun ini, Disdikbud Kutim telah menyiapkan pengiriman satu orang untuk mengikuti pendidikan tersebut.
“Kita sudah kirim satu orang untuk menempuh pendidikan bahasa. Nanti kita lihat berapa yang akan kita teruskan,” katanya.
Dia menegaskan, pengembangan pendidikan bahasa Kutai tersebut merupakan bagian dari upaya meningkatkan kualitas sumber daya manusia guru di Kutai Timur.
Menurutnya, keberadaan muatan lokal bahasa Kutai di sekolah perlu dibarengi dengan tenaga pendidik yang memiliki kemampuan dan latar belakang akademik yang memadai.
Dengan demikian, pembelajaran bahasa daerah tidak sekadar menjadi mata pelajaran tambahan, tetapi dapat diberikan secara lebih terarah kepada peserta didik.
Mulyono menambahkan, program tersebut akan dikembangkan secara bertahap dengan melihat kebutuhan tenaga pendidik di sekolah.
“Untuk meningkatkan SDM guru-guru Kutai ini salah satunya dengan program beasiswa RPL,” ujarnya. (adv)



Tinggalkan Balasan