INDEKS MEDIA KALTIM

Berita Hari Ini di Kalimantan Timur (Kaltim)

Jaringan Sabu Masuk Tambang Kutim, Polisi Sita 104 Gram dan Bakal Lakukan Tes Urine Massal

admin - 16100 views

KUTIM,INDEKSMEDIA.ID – Peredaran narkoba mulai menyasar kawasan industri strategis di Kabupaten Kutai Timur. Satuan Reserse Narkoba Polres Kutai Timur mengungkap distribusi sabu yang diduga menyasar pekerja tambang. Tiga orang ditangkap, dua di antaranya merupakan subkontraktor perusahaan yang beroperasi di areal tambang.

Dari penindakan tersebut, polisi menyita 34 poket sabu dengan berat total 104,64 gram. Barang bukti itu diamankan setelah pengembangan dari laporan warga mengenai aktivitas mencurigakan di sebuah mess di Jalan Tongkonan Rannu dan di Jalan Yos Sudarso I.

Kasat Narkoba, IPTU Erwin Susanto menjelaskan, penyelidikan awal berujung pada temuan peredaran sabu hingga ke dalam kawasan tambang.

“Setelah dilakukan pengembangan, ternyata ada juga yang diedarkan di dalam areal tambang,” ujarnya dalam konferensi pers, Senin (23/2/2026).

Menurutnya, ketiga pelaku kini telah ditahan dan masih menjalani pemeriksaan intensif. Polisi juga menelusuri kemungkinan keterlibatan jaringan yang lebih luas.

“Kita berusaha untuk melacak akarnya ini dari mana,” tegasnya.

Pengungkapan ini menjadi perhatian serius mengingat lokasi peredaran berada di lingkungan kerja berisiko tinggi. Aktivitas pertambangan menuntut standar keselamatan ketat, sehingga keberadaan narkoba dinilai berpotensi membahayakan banyak pihak.

Selain kasus di kawasan tambang, Sat Narkoba Polres Kutim juga membongkar peredaran sabu di Kecamatan Muara Wahau. Dari penggerebekan tersebut, petugas menyita 8 poket sabu dengan berat 221,73 gram.

Kapolres Kutim AKBP Fauzan Arianto menegaskan jajarannya akan memperkuat langkah pencegahan melalui koordinasi dengan perusahaan tambang, termasuk opsi tes urine di lokasi kerja.

“Ke depan kita akan lakukan kerja sama, seperti tes (narkoba) di lokasi tambang,” ujarnya.

Dia memastikan komitmen penindakan akan dilakukan tanpa pengecualian, terutama di kawasan industri yang memiliki dampak strategis terhadap daerah.

“Tidak ada toleransi bagi pelaku peredaran narkoba. Kami akan tindak tegas siapa pun yang terlibat, dan kami minta seluruh perusahaan ikut bertanggung jawab menjaga lingkungannya tetap bersih dari narkoba,” imbuhnya. (*)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Belum ada komentar disini
Jadilah yang pertama berkomentar disini

Maaf Untuk Copy Berita Silahkan Hubungi Redaksi Kami!