Geliat Kawasan Kudungga, Dari Sarana Olahraga hingga Penyumbang Ratusan Juta PAD Kutim
KUTIM,INDEKSMEDIA.ID – Kawasan Olahraga Kudungga telah bertransformasi menjadi salah satu sarana multifungsi paling representatif di Kabupaten Kutai Timur (Kutim).
Tidak sekadar menjadi pusat pembinaan atlet, kompleks ini mulai menyumbang kontribusi terhadap pendapatan daerah melalui pemanfaatan fasilitas olahraga hingga penyelenggaraan acara berskala besar.
Kepala Dinas Pemuda dan Olahraga (Kadispora) Kutai Timur, Basuki Isnawan, mengungkapkan penataan area Kudungga yang terkoneksi dengan baik memicu lonjakan aktivitas masyarakat maupun pihak swasta.
Fasilitas seperti lapangan bulu tangkis dan bola voli sudah aktif digunakan, sementara pembangunan kolam renang terus berjalan.
“Semua kawasan ini sudah terkoneksi dan digunakan dengan sangat baik. Semoga ini bisa memberikan efek yang luar biasa, contohnya dalam hal peningkatan PAD (Pendapatan Asli Daerah). Artinya, olahraga juga bisa memberikan kontribusi bagi daerah. Ini satu lompatan yang cukup baik,” kata Basuki saat diwawancarai, Rabu (30/9/2026).
Menurutnya, penerapan Peraturan Daerah (Perda) terkait retribusi berjalan lancar tanpa keluhan dari publik karena porsi tarif yang dipatok sangat terjangkau.
Langkah integrasi pengelolaan fasilitas tersebut terbukti membuahkan hasil nyata bagi kas daerah.
“Masyarakat tidak keberatan karena tergolong murah dan tempatnya baik. Kontribusi PAD kita lumayanlah, sudah ratusan juta,” tambahnya.
Daya tarik Kudungga tidak hanya memikat komunitas olahraga lokal, melainkan juga promotor acara nasional.
Kelengkapan sarana pendukung—seperti ketersediaan lahan parkir yang luas, kebersihan area, hingga sanitasi yang memadai—menjadi alasan utama kompleks ini kerap dipilih sebagai lokasi konser dan kegiatan ekstrakurikuler.
“Pihak luar kagum dengan kawasan ini. Mereka melihat tempat ini bagus, parkiran luas, toilet bersih dan banyak, jadi mereka tidak ragu melaksanakan kegiatan di sini. Tahun lalu ada Dewa, kemudian tanggal 3 nanti ada Slank. Adik-adik sekolah yang mau camping atau kemah juga tinggal bersurat ke kita,” jelasnya.
Meski komersialisasi aset terus dipacu, Dispora Kutim tetap memprioritaskan akses ruang publik yang inklusif dan gratis bagi masyarakat umum yang ingin berolahraga harian.
“Masyarakat yang ingin menggunakan lintasan lari berstandar nasional di dalam kawasan, kita buka dari jam 06.00 pagi sampai 18.00 sore tanpa dipungut biaya. Pelan-pelan kita juga akan mempersiapkan arena mini soccer,” pungkas Basuki. (adv)



Tinggalkan Balasan