https://www.zeverix.com/

INDEKS MEDIA KALTIM

Berita Hari Ini di Kalimantan Timur (Kaltim)

Ardiansyah Instruksikan Penguatan Identitas Daerah Lewat Kurikulum Bahasa Kutai di Sekolah

5700 views |
Bupati Kutai Timur, H. Ardiansyah Sulaiman.

KUTIM,INDEKSMEDIA.ID – Bupati Kutai Timur, H. Ardiansyah Sulaiman, menginstruksikan penguatan fondasi kebudayaan daerah melalui jalur pendidikan formal.

Langkah ini diwujudkan dengan memasukkan bahasa Kutai ke dalam kurikulum pendidikan sebagai muatan lokal wajib bagi siswa jenjang Sekolah Dasar (SD) dan Sekolah Menengah Pertama (SMP) di seluruh wilayah Kutai Timur.

Instruksi dan penegasan tersebut disampaikan Bupati Ardiansyah saat membuka perhelatan Erau Adat Pelas Benua Kutim di Lapangan Rumah Pore Adat Kutai, Jalan Ring Road, Sangatta, Minggu (11/10/2026).

Di hadapan Sultan Kutai Kartanegara Ing Martadipura Aji Muhammad Arifin, Wakil Bupati Mahyunadi, serta jajaran Forkopimda, Ardiansyah menegaskan arah pembangunan daerah yang dipimpinnya tidak hanya mengejar pertumbuhan fisik semata, melainkan juga membangun karakter warga yang berakar pada sejarah lokal.

“Pentingnya pembangunan yang tidak hanya berfokus pada kemajuan ekonomi dan infrastruktur, tetapi juga pada pembentukan karakter masyarakat dan kebersamaan,” tegas Ardiansyah.

Mengaitkan perhelatan budaya ini dengan peringatan HUT ke-27 Kabupaten Kutai Timur bertema “Kutai Timur Berdaya, Tumbuh Bersama”, Bupati Ardiansyah menjabarkan tiga pesan utama dari tema Erau tahun ini, yaitu “Adat Lestari, Tuah Benua, dan Etam Berjaya”.

Menurut Ardiansyah, kelestarian adat merupakan benteng utama warga dalam menyikapi perubahan zaman agar tidak kehilangan identitas aslinya.

“Adat lestari menegaskan bahwa kelestarian adat dan budaya merupakan bagian penting dari kekuatan masyarakat dan kemajuan daerah, yang harus terus dijaga dan dihidupkan oleh generasi penerus. Kemajuan zaman tidak boleh membuat masyarakat kehilangan akar adat dan budaya aslinya,” sebut Ardiansyah.

“Pelas Benua mengingatkan masyarakat akan pentingnya menjaga keseimbangan kehidupan, menghormati lingkungan, serta merawat ruang hidup bersama. Nilai-nilai tersebut dinilai tetap relevan di tengah dinamika pembangunan saat ini,” tambahnya.

Bupati Ardiansyah juga mengingatkan bahwa status Kerajaan Kutai sebagai kerajaan tertua di Indonesia harus menjadi kebanggaan sekaligus dorongan moril bagi pemerintah daerah dan masyarakat dalam mengelola potensi daerah.

Kekayaan alam di bidang pertambangan, perkebunan, hingga pertanian harus dikelola secara bijaksana demi kesejahteraan bersama tanpa merusak lingkungan.

Mengakhiri arahannya, Ardiansyah mengajak seluruh lapisan masyarakat multikultural yang tinggal di Kutai Timur untuk terus memelihara toleransi dan menghormati kearifan lokal.

“Di mana bumi dipijak, di situ langit dijunjung,” pangkas Ardiansyah mengutip pepatah lokal untuk mempertegas komitmen keharmonisan di Kutai Timur. (adv)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Belum ada komentar disini
Jadilah yang pertama berkomentar disini

Maaf Untuk Copy Berita Silahkan Hubungi Redaksi Kami!