Bupati Kutim Minta Semangat Kemerdekaan Diteruskan Lewat Pembangunan
KUTIM,INDEKSMEDIA.ID – Bupati Kutai Timur (Kutim), Ardiansyah Sulaiman, meminta semangat perjuangan para pahlawan diterjemahkan dalam kerja nyata membangun daerah.
Menurutnya, kemerdekaan harus menjadi pijakan bagi masyarakat untuk terus melanjutkan pembangunan dan menyiapkan masa depan Kutim.
Ardiansyah menyampaikan hal tersebut setelah upacara peringatan HUT ke-81 Kemerdekaan Republik Indonesia di Kutim, Senin (17/8/2026).
Dia menegaskan perjuangan tidak berakhir ketika kemerdekaan telah diraih, tetapi berlanjut melalui tanggung jawab setiap generasi dalam mengisi pembangunan.
“Tidak ada kata henti membangun karena semangat perjuangan para pahlawan tidak akan pernah hilang dan tidak akan pernah berhenti sampai darah penghabisan. Itulah semangat yang kita ambil,” ujar Ardiansyah.
Menurutnya, kesinambungan pembangunan membutuhkan keterlibatan berbagai pihak. Setiap orang dapat memberikan kontribusi sesuai tugas dan kemampuan yang dimiliki tanpa menjadikan perbedaan sebagai hambatan.
“Semua berperan sesuai dengan tugas pokok dan fungsinya masing-masing,” tambahnya.
Ia mengatakan generasi muda memiliki posisi penting dalam menjaga keberlanjutan pembangunan daerah. Karena itu, semangat perjuangan perlu diteruskan dengan mempersiapkan generasi yang mampu mengambil tanggung jawab pembangunan di masa mendatang.
Ketua DPRD Kutim, Jimmi, menambahkan bahwa bentuk perjuangan generasi sekarang berbeda dengan generasi sebelumnya. Jika dahulu perjuangan berkaitan dengan mempertahankan kemerdekaan, kini generasi muda dihadapkan pada perubahan dan persaingan yang semakin luas.
“Ilmu pengetahuan untuk meningkatkan sumber daya manusia itu yang paling penting supaya siap menghadapi masa depan,” kata Jimmi.
Jimmi menilai penguatan kualitas SDM diperlukan agar generasi muda Kutim memiliki kemampuan menghadapi perkembangan global. Ia juga mengingatkan nilai patriotisme perlu diwujudkan melalui tindakan, bukan sekadar peringatan seremonial.
“Yang penting semangat patriotisme itu bukan sekadar kata-kata, tapi perjuangan,” pungkasnya. (*)



Tinggalkan Balasan