PT Ganda Alam Makmur Gelar Pelatihan Hidroponik dan Tata Kelola Posyandu untuk Perkuat Program Cegah Stunting
KUTIM,INDEKSMEDIA.ID – Dalam upaya berkelanjutan untuk mengentaskan stunting di wilayah lingkar tambang, PT Ganda Alam Makmur (PT GAM) melalui program Gerakan Aksi Mandiri Posyandu Atasi Stunting (GAM PASTI) sukses menggelar “Pelatihan Tata Kelola Organisasi dan Perawatan Hidroponik untuk Mendukung Pemberian Makanan Tambahan (PMT)”. Kegiatan ini diselenggarakan pada 27-28 April 2026 di Desa Pengadan Baru.
Pemenuhan gizi yang optimal bagi ibu dan balita merupakan langkah krusial dalam pencegahan stunting.
Namun, kemandirian pemenuhan gizi di tingkat lokal kerap menjadi tantangan, di mana program PMT masih sering bergantung pada pasokan bahan pangan dari luar maupun makanan instan.
Merespons hal tersebut, program Pengembangan dan Pemberdayaan Masyarakat (PPM) PT GAM hadir memberikan intervensi nyata berupa pembangunan instalasi hidroponik dengan kapasitas lebih dari 2.300 lubang tanam di Desa Pengadan Baru.

Pelatihan selama dua hari ini diikuti oleh 32 kader posyandu yang dibekali ilmu komprehensif agar fasilitas hidroponik dapat dikelola secara swadaya.
Pada hari pertama, peserta menerima materi Tata Kelola Organisasi dan Penguatan Kelembagaan yang disampaikan oleh Bapak Yuliandi dari Balai Penyuluh Pertanian (BPP) Kecamatan Kaubun.
Hari kedua difokuskan pada praktik teknis perawatan hidroponik bersama praktisi hidroponik, Bapak Amir, yang dilanjutkan dengan pelatihan pengolahan hasil panen PMT oleh Ahli Gizi BLUD Puskesmas Kecamatan Kaubun, Ibu Ajeng.
Menariknya, dalam sesi praktik ini, para peserta berhasil memanen 343 pohon pakcoy segar yang langsung diolah menjadi menu PMT inovatif dan bergizi, yaitu bola-bola nasi pakcoy dan martabak pakcoy.

Foreman Community Service PT GAM, Salsabila Fatimatuzzahra, menegaskan bahwa inisiatif ini dirancang untuk memberikan dampak jangka panjang bagi kesehatan masyarakat desa.
“Kami melihat hidroponik sebagai solusi cerdas dan inovatif untuk menciptakan ketahanan pangan yang berkelanjutan di tingkat desa. Melalui pembangunan fasilitas dan pelatihan ini, kami berharap pemenuhan kebutuhan Pemberian Makanan Tambahan (PMT) yang segar dan bernutrisi bagi balita, ibu hamil, maupun lanjut usia dapat diproduksi secara mandiri oleh kader tanpa harus terus bergantung pada pasokan luar,” ujar Salsa.
Kolaborasi multi-pihak menjadi pondasi utama program ini, melibatkan CSR PT GAM, Pemerintah Desa Pengadan Baru, BLUD Puskesmas Kecamatan Kaubun, BPP Kecamatan Kaubun, dan Pusban Pengadan Baru.

Kepala Desa Pengadan Baru, Rahman, memberikan apresiasi tinggi dan menyoroti pentingnya komitmen bersama untuk menjaga fasilitas tersebut.
“Inisiasi luar biasa dari PT GAM ini merupakan modal besar bagi kemajuan gizi desa kita. Namun, alat dan ilmu ini tidak akan berdampak maksimal jika tidak dijaga. Kolaborasi dan integritas dari semua pihak, terutama para kader, menjadi kunci utama kesuksesan agar program ketahanan pangan ini dapat terus berjalan secara mandiri dan menjadi program jangka panjang yang berkelanjutan,” tegas Rahman.
Komitmen PT GAM terhadap program GAM PASTI tidak berhenti pada tahap pemberian fasilitas dan pelatihan. Untuk memastikan keberlanjutan program, CSR PT GAM telah menyusun agenda pendampingan terpadu, pendampingan, serta monitoring dan evaluasi (monev).
Pendampingan lanjutan ini bertujuan untuk memantau kelancaran tata kelola kelompok, memastikan siklus panen hidroponik tetap konsisten, serta mengevaluasi efektivitas olahan PMT di Desa Pengadan Baru.
Melalui sinergi yang solid dan peningkatan kapasitas kelembagaan ini, PT GAM berharap peran Pemerintah Desa dan kader posyandu semakin kuat, sehingga Desa Pengadan Baru dapat menjadi percontohan desa mandiri pangan yang sukses menekan angka stunting. (*)



Tinggalkan Balasan