Tekankan Pendidikan Karakter, Wabup Kutim Buka MPLS Ramah 2026
KUTIM,INDEKSMEDIA.ID – Wakil Bupati Kutai Timur, H. Mahyunadi, membuka kegiatan Masa Pengenalan Lingkungan Sekolah (MPLS) Ramah 2026 yang merupakan kolaborasi antara TK Negeri 1, SDN 006 Sangatta Utara, dan SMPN 6 Sangatta Utara. Kegiatan berlangsung di SDN 006 Sangatta Utara, Senin (13/7/2026).
Dalam sambutannya, Mahyunadi menyampaikan apresiasi terhadap SDN 006 Sangatta Utara yang dinilai konsisten menorehkan berbagai prestasi dan menjadi salah satu sekolah unggulan di Kabupaten Kutai Timur.
Menurutnya, pada tahun lalu SDN 006 Sangatta Utara berhasil meraih penghargaan Adiwiyata Mandiri, yang merupakan penghargaan tertinggi di bidang sekolah peduli lingkungan setelah Adiwiyata Nasional. Hingga saat ini, sekolah tersebut menjadi satu-satunya di Kutai Timur yang berhasil memperoleh penghargaan tersebut.
“Ini patut menjadi contoh bagi sekolah-sekolah lain, apalagi sekolah ini juga mencanangkan gerakan sekolah bebas sampah plastik. Terobosan seperti ini perlu dilaksanakan di seluruh sekolah di Kutai Timur,” ujar Mahyunadi.
Mantan Ketua DPRD Kutim itu menegaskan pendidikan tidak hanya berfokus pada pencapaian akademik, tetapi juga harus membentuk karakter, moral, mental, dan kedisiplinan peserta didik sejak dini.
“Yang kita berikan kepada anak-anak bukan hanya pendidikan berdasarkan kurikulum, tetapi juga pendidikan moral, mental, dan kedisiplinan bagi generasi kita,” katanya.
Mahyunadi juga menyebut masa awal masuk sekolah menjadi momentum penting untuk membangun fondasi pendidikan yang berkualitas. Menurutnya, peserta didik yang baru diterima merupakan investasi jangka panjang yang harus dibina bersama.
“Hari ini kita menerima input dari anak-anak kita yang baru. Agar input ini menjadi output yang baik, diperlukan kerja sama antara orang tua, wali murid, dan guru-guru di sekolah,” ungkapnya.
Selain itu, dia menekankan pentingnya membangun mental dan spiritual peserta didik sejalan dengan visi dan misi Pemerintah Kabupaten Kutai Timur dalam menyiapkan sumber daya manusia yang berakhlak mulia.
“Kita harus mempersiapkan mental dan spiritual anak-anak kita. Ini sejalan dengan visi misi Kutai Timur untuk menyiapkan SDM yang berakhlak mulia. Selain memberikan ilmu pengetahuan, kita juga harus mendidik anak-anak dengan akhlak yang mulia,” imbuhnya. (*)



Tinggalkan Balasan